Untuk 3G, laporan tersebut mengungkap bahwa 75 operator di 40 negara dan wilayah telah merampungkan, sedang merencanakan atau tengah melaksanakan penghentian jaringan, termasuk 26 operator di 15 negara dan wilayah yang telah merampungkan pemindahan.
Laporan tersebut mengamati kesenjangan antarwilayah, termasuk laju penghentian jaringan 2G dan 3G. Eropa telah atau akan melakukan migrasi teknologi dalam jumlah terbesar dari keseluruhan. Asia akan bertanggung jawab atas 31 (23%), diikuti oleh Amerika Utara, Timur Tengah dan Afrika dengan masing-masing 8 (6%), dan Oseania dengan 7 (5%). Amerika Latin dan Karibia hanya memiliki 2 (1%) penghentian layanan 2G dan 3G.
“Ketika pertama kali diperkenalkan ke pasaran, 2G dan 3G merupakan inovasi yang sangat penting, tetapi seiring dengan munculnya kemajuan teknologi yang lebih besar, kepentingannya telah memudar, dan penggunaan kedua teknologi tersebut kini semakin berkurang di seluruh dunia,” kata Joe Barrett, Presiden GSA. “Karena itu, semakin banyak operator dan pemerintah yang memutuskan bahwa teknologi 2G dan 3G yang lama serta spektrum yang dialokasikan untuknya harus dimigrasikan ke jaringan 4G dan 5G yang lebih cepat dan lebih efisien. Di GSA, kami memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah operator yang beralih dari jaringan 2G dan 3G seiring dengan transisi ke 4G dan 5G yang akan sepenuhnya terwujud.”
