
Pada bulan Januari, ekspor makanan laut dari Vietnam mencapai US$874 juta, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Asosiasi Eksportir dan Produsen Makanan Laut Vietnam mencatat bahwa peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh permintaan dari pasar Asia, khususnya TiongkokJepang, dan ASEAN. Kelompok produk utama seperti pangasius, sejenis ikan lele, serta cumi-cumi dan gurita, memberikan kontribusi signifikan terhadap angka ekspor yang kuat ini.
Namun, pengiriman dari AS mengalami penurunan, terutama pada ekspor tuna. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dampak dari Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut dan kesulitan dalam memperoleh sertifikat analisis untuk ekspor makanan laut, yang merupakan langkah penting dalam proses ekspor.
China memperkuat posisinya sebagai pasar makanan laut terbesar Vietnam pada bulan Januari; nilai ekspor mencapai hampir $250 juta, menandai lonjakan 28.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan udang menjelang Tahun Baru Imlek, periode di mana konsumsi produk makanan laut premium biasanya meningkat. Banyak bisnis juga memanfaatkan peluang permintaan selama musim perayaan ini untuk meningkatkan pengiriman lobster mereka.
Asosiasi tersebut memperkirakan penurunan ekspor makanan laut pada bulan Februari. Prediksi ini didasarkan pada gangguan produksi dan logistik selama liburan Tet (Tahun Baru Imlek), masalah regulasi yang masih berlanjut di AS, dan potensi penurunan permintaan dari Tiongkok setelah periode penimbunan awal.
Apa penyebab peningkatan ekspor makanan laut Vietnam sebesar 13% pada bulan Januari?
Faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah permintaan yang kuat dari pasar Asia, khususnya Tiongkok, Jepang, dan ASEAN, ditambah dengan kinerja yang kuat dari kelompok produk utama seperti ikan pangasius, cumi-cumi, dan gurita.
Mengapa terjadi penurunan pengiriman makanan laut Vietnam ke AS?
Penurunan pengiriman dari AS dapat dikaitkan dengan dampak dari Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut dan tantangan dalam memperoleh sertifikat analisis untuk ekspor makanan laut.
Mengapa penurunan ekspor makanan laut diperkirakan terjadi pada bulan Februari?
Penurunan yang diprediksi disebabkan oleh potensi gangguan dalam produksi dan logistik selama liburan Tet (Tahun Baru Imlek), tantangan regulasi yang berkelanjutan di AS, dan penurunan permintaan dari Tiongkok yang diperkirakan terjadi setelah periode penimbunan awal.