
Lanvin Group baru-baru ini menyelesaikan divestasi strategis merek pakaian pria mewah asal Italia, Caruso. Langkah ini merupakan bagian dari rencana grup untuk berkonsentrasi pada merek-merek utama mereka, terutama mengingat ketidakstabilan yang sedang berlangsung di pasar barang mewah.
Caruso kini telah diakuisisi oleh MondeVita Italia, yang merupakan bagian dari Mondevo Group yang berbasis di Abu Dhabi. Ini menandai berakhirnya kepemilikan Lanvin Group atas rumah mode ternama tersebut. Rincian keuangan terkait transaksi ini belum dipublikasikan.
Caruso, yang didirikan pada tahun 1964 dan berbasis di Soragna, Italia, terkenal karena keahlian menjahit dan kemampuan manufakturnya yang unggul. Merek ini terutama beroperasi melalui saluran grosir dan telah memilih eceran kolaborasi di seluruh Eropa, Asia, dan AS
Lanvin Group menyatakan bahwa pelepasan aset ini sejalan dengan strategi ekspansifnya untuk merampingkan operasional dan mengarahkan sumber daya ke merek-merek mewah utamanya. Transaksi ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih besar yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong profitabilitas jangka panjang.
Fosun Group, yang baru-baru ini berganti nama menjadi Lanvin Group, menjadi pemegang saham utama Caruso pada tahun 2017 melalui peningkatan modal. Hal ini terjadi setelah akuisisi 35 persen saham pada tahun 2013.
Pada awal tahun sebelumnya, grup yang berbasis di Tiongkok ini melaporkan penurunan penjualan tahunan yang signifikan, sementara tetap menjalankan strategi revitalisasinya.
Merek pakaian pria mewah asal Italia apa yang telah dilepas oleh Lanvin Group?
Merek tersebut adalah Caruso, sebuah rumah penjahit terkemuka yang didirikan pada tahun 1964 dan dikenal karena keahlian menjahit dan kemampuan manufakturnya yang unggul.
Siapa yang sekarang telah mengakuisisi Caruso?
Caruso telah diakuisisi oleh MondeVita Italy, anak perusahaan dari Mondevo Group yang berbasis di Abu Dhabi.
Apa alasan di balik divestasi Caruso oleh Lanvin Group?
Pelepasan aset ini merupakan bagian dari strategi Lanvin Group untuk merampingkan operasional dan memfokuskan sumber daya pada merek-merek mewah inti mereka, di tengah ketidakstabilan pasar yang berkelanjutan.