
Harga bensin terus naik, sehingga pemerintah bergantung pada dana stabilisasi untuk memberikan subsidi. Pada hari Selasa, terjadi kenaikan lagi, dengan harga bahan bakar RON95 meroket sebesar 7.69% menjadi VND29,120 (US$1.11) per liter.
Bersamaan dengan bensin, harga bahan bakar nabati E5 RON92 dan solar juga mengalami kenaikan. Harga bahan bakar nabati E5 RON92 naik 5.35% menjadi VND26,570 per liter, sedangkan harga solar naik 1.59%, menjadi VND30,710 per liter.
Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, baik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan maupun Kementerian Keuangan terpaksa menggunakan dana stabilisasi bahan bakar. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mensubsidi RON95 sebesar VND4,000 per liter dan solar sebesar VND5,000 per liter.
Harga RON95 saat ini kurang lebih sama dengan harga pada Juli 2022, periode ketika rantai pasokan bahan bakar global terganggu akibat konflik Rusia-Ukraina. Sementara itu, harga solar berada pada level tertinggi sejak 2019.
Konflik militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran selama akhir pekan telah berdampak pada pasar global, menurut laporan kementerian. Semua negara pengekspor minyak di Teluk telah mengurangi produksi karena transportasi melalui Selat Hormuz saat ini terganggu.
Patut juga dicatat bahwa tren sebagian besar negara menimbun bahan bakar telah mengakibatkan kenaikan tajam harga global.
Harga bensin RON95 mengalami kenaikan drastis sebesar 27% menjadi $147.5 per barel, sementara harga solar naik 20%, minyak tanah 4%, dan mazut 41%.
Harga bahan bakar di Vietnam disesuaikan pada hari Selasa, berbeda dari penyesuaian hari Kamis yang biasanya dilakukan, untuk mencerminkan perubahan harga global lebih dari 7%. Meskipun harga global mulai stabil, harga domestik tetap tinggi karena keterlambatan siklus penetapan harga.
Pada Selasa pagi, harga mulai turun menyusul pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa konflik di Timur Tengah akan segera berakhir.
Harga bensin RON95 dan solar telah turun sekitar $20 per barel di Singapura, masing-masing menjadi $127.2 dan $160.4. Tingkat harga yang lebih rendah ini akan tercermin di Vietnam setelah penyesuaian berikutnya.
Untuk memastikan pasokan jangka pendek, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Nguyen Sinh Nhat Tan mengumumkan bahwa pemerintah telah membeli empat juta barel minyak dari para mitranya. Dengan stok minyak mentah yang ada dan pasokan lebih lanjut yang diharapkan segera datang, ia memperkirakan bahwa pasokan akan cukup untuk 30–45 hari, tergantung pada permintaan dan rencana produksi di kilang domestik.
Selain memastikan pasokan, pemerintah juga mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan harga eceran. Mereka telah memangkas tarif impor negara yang paling disukai (most favored nation) untuk bensin dan bahan campuran tertentu menjadi nol. Langkah ini dimaksudkan untuk memberi insentif kepada distributor agar mengimpor bahan bakar dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Vietnam.
Kementerian Keuangan juga telah meminta pemerintah untuk menghapus pajak perlindungan lingkungan pada bahan bakar mulai 12 Maret. Saat ini, pajak ini berkisar antara VND1,000-2,000 per liter, tergantung pada jenis bahan bakar.
Langkah-langkah apa yang diambil pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga bahan bakar?
Pemerintah menggunakan dana stabilisasi untuk mensubsidi bensin. Mereka juga telah memangkas tarif impor bensin dan beberapa bahan campuran hingga nol dan sedang mempertimbangkan untuk menghapus pajak perlindungan lingkungan pada bahan bakar.
Perubahan signifikan apa yang telah terjadi pada sistem penetapan harga bahan bakar di Vietnam?
Harga bahan bakar disesuaikan pada hari Selasa, bukan hari Kamis seperti biasanya, karena perubahan harga global yang signifikan.
Bagaimana pemerintah memastikan pasokan bahan bakar jangka pendek?
Pemerintah telah membeli empat juta barel minyak dari para mitranya, dan pasokan tambahan diperkirakan akan segera tiba. Hal ini diharapkan dapat memenuhi permintaan domestik selama 30–45 hari ke depan.