
Mr DIY, jaringan ritel perlengkapan rumah terbesar di Asia, membidik ekspansi lebih lanjut di Thailand, setelah baru-baru ini mencapai tonggak sejarah dengan 1,000 toko di negara tersebut.
Sejak debutnya di Thailand pada tahun 2016, Mr DIY telah memperluas jangkauannya secara signifikan ke 77 provinsi. Berasal dari Malaysia, perusahaan ini sekarang mengoperasikan lebih dari 5,000 toko di 11 negara di seluruh dunia.
Andy Chin, CEO Mr DIY Thailand, mengungkapkan kegembiraan dan optimismenya tentang prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan. Ia membagikan beberapa detail tentang rencana ekspansi yang telah mereka siapkan.
Mr DIY telah menetapkan target ambisius untuk membuka 210 toko tambahan di Thailand tahun ini. Untuk mendukung hal ini, pembangunan gudang otomatis di Samut Prakan saat ini sedang berlangsung.
Gudang ini akan berfungsi sebagai pusat distribusi, sehingga membantu Mr DIY mencapai tujuannya untuk memiliki 3,000 toko pada tahun 2031. Pada tahun 2027, perusahaan membayangkan akan memiliki 1,500 toko yang beroperasi di Thailand.
Dari segi kinerja keuangan, Mr DIY melaporkan pendapatan sebesar THB20.1 miliar selama tahun fiskal 2025, yang merupakan peningkatan tahunan sebesar 24.4 persen. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan peningkatan laba yang signifikan sebesar 47.8 persen.
Berapakah target jumlah toko Mr DIY di Thailand pada tahun 2031?
Mr DIY menargetkan memiliki 3,000 toko di Thailand pada tahun 2031.
Apa peran gudang baru di Samut Prakan?
Gudang baru di Samut Prakan ini akan berfungsi sebagai pusat distribusi untuk memfasilitasi tujuan ekspansi Mr DIY.
Bagaimana kinerja keuangan Mr DIY dalam beberapa tahun terakhir?
Pada tahun keuangan 2025, Mr DIY mencatatkan pendapatan sebesar THB20.1 miliar, menandai peningkatan tahunan sebesar 24.4%. Keuntungan juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 47.8%.