
Rantai kopi terbesar di Malaysia, Zus Coffee, berencana untuk meluncurkan 200 gerai baru di Asia Tenggara Asia tahun ini, menurut CEO Venon Tian dalam wawancara dengan Bloomberg.
Zuspresso, operator merek Zus, menargetkan setidaknya 107 toko baru di Malaysia, 80 di Filipina, dan enam di SingapuraPerusahaan ini juga berencana untuk mendirikan toko pertamanya di Thailand dan Indonesia tahun ini.
Tahun lalu, Zus melampaui Starbucks sebagai jaringan kopi teratas di Malaysia setelah lima tahun beroperasi, dengan 743 gerai dibandingkan dengan 320 gerai Starbucks.
Perusahaan ini juga mengelola 120 toko di Filipina.
Zus melaporkan peningkatan tiga kali lipat dalam laba bersih menjadi RM37 juta (US$8.4 juta) pada tahun 2024, yang mencerminkan pertumbuhannya yang pesat.
Tian menghubungkan keberhasilan perusahaan tersebut dengan cita rasa yang spesifik untuk pasarnya, seperti minuman rasa gula aren di Malaysia dan kopi rasa ubi ungu di Filipina.
Zus, yang dimulai sebagai kios yang berfokus pada pengiriman kopi pada tahun 2019, kini melihat sekitar 70% penjualan berasal dari saluran daring, termasuk pengiriman dan pengambilan.
Pendekatannya yang berbasis teknologi dan pembangunan toko yang hemat biaya telah memungkinkannya menawarkan kopi lebih dari 20% lebih murah daripada Starbucks, sehingga meningkatkan daya tariknya yang luas di Malaysia.
Harga minuman Zus di Malaysia berada pada kisaran menengah, antara harga RM5 di toko serba ada dan RM11 di toko premium.
“Ini tentang bagaimana kita membuat kopi berkualitas dapat dinikmati oleh kebanyakan orang,” kata Tian.