
Globe Business telah menjalin aliansi inovatif dengan perusahaan keamanan siber global terkemuka, Cyble, untuk meluncurkan platform intelijen ancaman inovatif yang berfokus pada AI di Filipina. Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat keamanan siber perusahaan dan membekali organisasi dengan perangkat yang diperlukan untuk secara proaktif mengatasi ancaman siber yang muncul.
Kemitraan strategis ini muncul di tengah meningkatnya serangan siber di seluruh negeri. Selama kuartal pertama tahun 2025, terungkap bahwa lebih dari 1.2 juta kredensial warga Filipina telah dibobol dan ditemukan di web gelap. Lebih lanjut, Filipina terus bergulat dengan lonjakan insiden phishing dan pencurian kredensial yang signifikan, sementara penggunaan malware-as-a-service yang terus berkembang telah membuat pertahanan jaringan konvensional semakin rentan.
Kemitraan ini memanfaatkan pengetahuan mendalam Globe Business tentang perusahaan lokal dan kecerdasan risiko mutakhir berbasis AI milik Cyble untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respons ancaman dini. Platform yang baru diperkenalkan ini akan mengumpulkan dan meneliti data dari berbagai lapisan internet, memperingatkan organisasi tentang potensi serangan, pelanggaran data, atau kasus peniruan merek sebelum berkembang menjadi krisis besar.
KD Dizon, Kepala Globe Business, mencatat:
"Perang melawan kejahatan siber adalah ajang pertarungan kecerdasan dan kecepatan. Aliansi kami dengan Cyble bertujuan untuk mendemokratisasi kekuatan tersebut. Ini tentang membekali perusahaan-perusahaan Filipina dengan visi ke depan berbasis AI, yang memungkinkan mereka bertransisi dari sekadar bereaksi terhadap pelanggaran menjadi secara proaktif memanfaatkan ketahanan berbasis data."
Platform Cyble menggunakan AI agen dan mesin BlazeAI yang unik, yang terus belajar dari pola ancaman yang muncul. Sistem ini memindai lebih dari 20 miliar halaman setiap hari dan memantau lebih dari 15,000 sumber kejahatan siber secara real-time. Sistem yang tangguh ini strategi memungkinkan tim keamanan untuk mengidentifikasi data yang terekspos, domain palsu, atau kerentanan jaringan pada tahap awal.
Beenu Arora, salah satu pendiri dan CEO Cyble, mengatakan:
Filipina menghadapi beberapa risiko siber yang berkembang pesat di dunia. Dengan memadukan skala AI dengan keahlian lokal Globe Business, kami bertujuan untuk membantu perusahaan selalu selangkah lebih maju dari para penyerang.
Globe Business menekankan bahwa kemitraan ini menggarisbawahi komitmennya untuk memfasilitasi transformasi digital yang aman. Hal ini juga menyoroti meningkatnya permintaan akan strategi pencegahan berbasis AI dalam keamanan siber, karena strategi ini menawarkan dukungan luas untuk berbagai industri. Bank dan lembaga keuangan dapat mengidentifikasi data yang disusupi sejak dini dan menghentikan aktivitas penipuan, sekaligus eceran dan perusahaan e-commerce dapat memantau penyalahgunaan merek dan produk palsu. Selain itu, instansi pemerintah juga dapat memanfaatkan platform ini untuk mendeteksi tanda-tanda pelanggaran terencana atau serangan siber.
Apa tujuan kemitraan antara Globe Business dan Cyble?
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat keamanan siber perusahaan di Filipina dengan memperkenalkan platform intelijen ancaman berbasis AI.
Kemampuan apa yang ditawarkan platform Cyble kepada tim keamanan?
Platform Cyble menggunakan AI agen untuk memproses lebih dari 20 miliar halaman setiap hari dan memantau lebih dari 15,000 sumber kejahatan dunia maya secara real-time, yang memungkinkan identifikasi dini data yang terekspos, domain palsu, dan kerentanan jaringan.
Bagaimana kemitraan ini menguntungkan berbagai industri?
Kolaborasi ini mendukung berbagai sektor. Lembaga keuangan dapat mendeteksi data yang disusupi sejak dini, perusahaan ritel dapat memantau penyalahgunaan merek, dan instansi pemerintah dapat mendeteksi tanda-tanda serangan siber yang direncanakan.