
Maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah itu mengatakan kepada Bursa Malaysia bahwa kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian sewa pada tanggal 4 Januari yang berjumlah 8,640 kursi sebagai konektivitas terbang khusus dengan operasi Kuala Lumpur – Jeddah – Kuala Lumpur saat ini.
Dikatakannya, transaksi tersebut bertujuan untuk mempromosikan rute Kuala Lumpur – Jeddah kepada penumpang Indonesia melalui carter dan menghasilkan keuntungan positif bagi AAX.
“Piagam antara AAX dan IAA akan dimulai pada tanggal perjanjian dan akan berakhir pada 29 Februari 2016 atau pada akhir periode perpanjangan sebagaimana disetujui oleh AAX dan IAA,” kata maskapai itu.
AirAsia Investment Ltd, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh AirAsia Bhd, dan PT Fersindo masing-masing memiliki 49% dan 51% saham di IAA. IAA dianggap sebagai pihak terkait dengan AAX karena direktur dan pemegang saham utama AirAsia Bhd, Datuk Kamarudin Meranun dan Tan Sri Tony Fernandes, juga merupakan direktur dan pemegang saham utama di AirAsia X.
Bulan lalu Indonesia AirAsia meluncurkan penerbangan perdana Jakarta-Jeddah, yang dijadwalkan berangkat dua kali seminggu.
Saham AAX ditutup tidak berubah pada 18 sen pada hari Senin dengan 6.75 juta saham ditransaksikan.