
Sumber Alfaria Trijaya, operator minimarket Alfamart, Alfamidi, Alfa Express, dan Lawson, berencana meraup Rp 2.5 triliun dari penjualan obligasi ke publik dan penjualan saham baru ke perusahaan afiliasi, guna melunasi utang bank Pinjaman.
Perusahaan akan menjual obligasi bertenor 3 tahun dan 5 tahun pada 4 Mei dan 5 Mei, dengan target perolehan Rp 1 triliun dari hasil penjualan, kata Alfa dalam pernyataan pada Kamis. BCA Sekuritas, HSBC Securities Indonesia, dan Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi obligasi, yang mendapat peringkat AA- dari lembaga pemeringkat global Fitch Ratings.
Alfaria juga akan menjual 2.91 miliar saham baru, atau 7.5 persen dari modal disetor, dengan harga Rp 510 per saham kepada Sigmantara Alfindo, yang saat ini merupakan pemegang saham terbesar Alfaria, dan kepada afiliasinya Amanda Cipta Persada.
Perusahaan akan menggunakan hasil penjualan obligasi dan penempatan swasta untuk membayar kembali pinjaman, termasuk dari pemberi pinjaman swasta Bank Sentral Asia dan pemberi pinjaman milik negara Bank Mandiri, pemberi pinjaman terbesar di Indonesia. Alfaria memiliki utang sebesar Rp 1.45 triliun kepada BCA, dan utang sebesar Rp 1 triliun kepada Bank Mandiri, menurut laporan keuangan terbaru perusahaan. Kedua pinjaman tersebut memiliki bunga tahunan sebesar 10 persen.
“[Hasil] diharapkan dapat mengurangi kewajiban dan risiko perusahaan terhadap kreditor pihak ketiga. Pada gilirannya, perusahaan dapat memperluas bisnisnya,” kata Alfaria.