9 Maret, 2026

Amazon Meningkatkan Kehadiran di Pasar India: Memangkas Biaya Referensi Reseller untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha Kecil

amazon
Waktu Membaca: 2 menit

Dalam upaya memperkuat posisinya di sektor e-commerce India yang sangat kompetitif, Amazon baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan berhenti membebankan biaya rujukan kepada penjual untuk produk yang harganya di bawah 1,000 rupee, atau US$10.98. Keputusan ini, yang diungkapkan oleh perusahaan pada hari Senin, merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk menarik lebih banyak pedagang ke pasar online-nya.

Meningkatkan Kebijakan 'Tidak Ada Biaya Referensi'

Amazon terus mengembangkan kebijakan 'tanpa biaya rujukan' yang diperkenalkan tahun lalu. Awalnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk sekitar 12 juta produk yang harganya di bawah 300 rupee. Namun, implementasi kebijakan ini menyebabkan peningkatan yang luar biasa sebesar 50% dalam jumlah penjual baru yang bergabung dengan platform Amazon. India.

Biaya rujukan pada dasarnya adalah komisi yang harus dibayarkan penjual kepada Amazon untuk setiap produk yang terjual melalui platformnya. Kebijakan yang baru diperpanjang ini, yang mulai berlaku pada 16 Maret, kini berlaku untuk lebih dari 125 juta produk.

Bersamaan dengan itu, Amazon juga mengumumkan pengurangan biaya pengiriman tertentu, sehingga semakin menguntungkan bagi penjual untuk menggunakan platform mereka.

Amit Nanda, direktur Selling Partner Services untuk Amazon India, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk “membuat penjualan di Amazon lebih menguntungkan dan lebih sederhana, khususnya bagi usaha kecil dan pengusaha di kota-kota tingkat 2 dan 3.”

Pasar Penting Amazon: India

India telah menjadi pasar yang semakin penting bagi Amazon karena basis pengguna internetnya yang terus berkembang, yang secara signifikan mendorong pertumbuhan e-commerce di negara terpadat di dunia ini.

Namun, raksasa e-commerce ini menghadapi persaingan ketat tidak hanya dari Flipkart yang didukung Walmart dan eceran tidak hanya dari divisi Reliance Industries milik Mukesh Ambani, tetapi juga dari platform perdagangan cepat seperti Blinkit milik Eternal dan Instamart milik Swiggy, yang telah dengan cepat mendapatkan pangsa pasar.

Pada bulan Desember, Amazon mengungkapkan rencananya untuk berinvestasi lebih dari 35 miliar dolar AS di India hingga tahun 2030. Investasi ini tidak hanya akan digunakan untuk memperluas infrastruktur AI-nya, tetapi juga untuk meningkatkan logistik ritel dan mendorong pertumbuhan usaha kecil.

pertanyaan

Apa implikasi dari keputusan baru Amazon ini?
Amazon telah memutuskan untuk berhenti membebankan biaya rujukan kepada penjual di India untuk produk yang harganya di bawah 1,000 rupee. Mereka juga telah mengurangi beberapa biaya pengiriman.

Apa tujuan di balik keputusan Amazon?
Keputusan ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pedagang ke pasar online Amazon di India, menjadikan platform ini lebih menguntungkan dan lebih sederhana, terutama bagi usaha kecil dan pengusaha di kota-kota tingkat 2 dan 3.

Bagaimana rencana Amazon untuk berinvestasi di sektor e-commerce India?
Amazon telah mengungkapkan rencana untuk berinvestasi lebih dari 35 miliar dolar AS di India hingga tahun 2030. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas infrastruktur AI-nya, meningkatkan logistik ritel, dan mendorong pertumbuhan usaha kecil.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV