Februari 13, 2026

Dorongan Ritel Apple, Inc. ke India Sedang Berlangsung

1279035414 royzipstein apel shanghai01
Waktu Membaca: 3 menit

Banyak perhatian yang diberikan pada AppleiPhone difokuskan pada dua pasar terpenting perusahaan: AS dan China. Dan memang benar — Apple memperoleh pendapatan terbesar dari penjualannya di AS, sementara China merupakan pasar ponsel pintar terbesar perusahaan.

Namun, produsen perangkat seluler juga memfokuskan perhatian mereka pada pasar seluler India yang sedang berkembang pesat. Dan jika informasi baru tentang Apple terbukti benar, produsen iPhone tersebut tengah membangun pasar yang lebih besar. eceran kehadiran disana sebagai India bergerak maju menjadi pasar telepon pintar terbesar kedua di dunia.

Apa yang dilakukan Apple
Menurut informasi dari NDTV Gadgets, Apple telah memilih sekitar 100 lokasi ritel pengecer baru di India, dengan tujuan menambah 500.

Toko-toko tersebut tidak dimiliki oleh Apple, tetapi mereka akan menjual perangkat seluler perusahaan tersebut — bagian dari program Authorized Mobility Resellers (AMR) yang lebih besar yang telah ditetapkan Apple di negara tersebut. Sejauh ini, 12 kota dilaporkan telah dipilih untuk program AMR, dan masing-masing pengecer masih dipilih berdasarkan angka penjualan produk Apple mereka sebelumnya.

Mengapa perlu berekspansi lebih jauh ke India?
Bukan rahasia lagi bahwa India dengan cepat menjadi pasar utama bagi produsen telepon pintar, dan Apple kemungkinan mencoba memposisikan dirinya untuk mengambil keuntungan dari tren negara tersebut.

Menurut Strategy Analytics, India akan menjadi pasar ponsel pintar terbesar kedua di dunia dalam dua tahun ke depan. China akan terus memimpin, sementara AS akan turun ke posisi No. 3.

Awal bulan ini, Linda Sui dari Strategy Analytics mengatakan bahwa pertumbuhan ponsel pintar di Tiongkok sedikit melambat dan India "dengan cepat menjadi gelombang pertumbuhan utama berikutnya." Pertumbuhan itu didorong oleh rendahnya penetrasi ponsel pintar di negara itu dan berkembangnya kelas menengah. Menurut penelitian oleh McKinsey, kelas menengah India akan berkembang dari sekitar 50 juta orang saat ini menjadi 583 juta pada tahun 2025, yang akan mencakup 41% dari populasi.

Tantangan besar Apple
Dengan lokasi pengecer barunya, Apple akan siap memanfaatkan proyeksi pertumbuhan ponsel pintar di India. Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan perusahaan: vendor lokal dan harga jual yang rendah.

Pembuat perangkat asal India, khususnya Micromax, memproduksi ponsel pintar dengan spesifikasi bagus dengan harga yang jauh lebih rendah daripada Apple. Artikel NDTV Gadgets mencatat bahwa Apple mungkin mengizinkan toko pengecer untuk menjual perangkat di bawah harga eceran resmi. Kita harus menunggu dan melihat apakah Apple benar-benar melakukannya, atau seberapa besar diskon yang diberikan.

Sama seperti yang terjadi di China, Apple harus menyeimbangkan citra merek premiumnya dengan fakta bahwa banyak pengguna ponsel pintar tidak akan mampu membeli iPhone untuk sementara waktu. Harga jual rata-rata iPhone adalah $660, sementara Micromax menjual ponsel dengan kisaran harga $50 hingga $300. Dan produsen perangkat non-India lainnya, seperti Xiaomi yang berbasis di China, menjual perangkat di negara tersebut dengan harga sekitar $100.

Bergerak kedepan
Bahkan jika 500 pengecer ini berhasil, mungkin akan butuh waktu lama (pikirkan beberapa tahun, bukan bulan) bagi Apple untuk menjadi pemain utama ponsel pintar di India. Saat ini, perusahaan tersebut hanya memiliki pangsa pasar 2% di negara tersebut.

Apple memainkan permainan jangka panjang di India, sama seperti di China. Perusahaan menghadapi beberapa rintangan yang sama di China seperti yang akan dihadapinya di India, namun China telah menjadi pasar telepon pintar terpenting bagi Apple, dan dengan cepat menjadi salah satu pasar pendapatan terbesarnya juga. Jika hal yang sama terjadi di India, langkah-langkah kecil Apple saat ini dapat membuahkan hasil besar dalam beberapa tahun.

Rahasia Apple berikutnya yang bernilai miliaran dolar
Apple lupa menunjukkan sesuatu kepada Anda di acara terbarunya, tetapi beberapa analis Wall Street dan The Fool tidak melewatkan satu hal pun: Ada perusahaan kecil yang mendukung gadget terbaru Apple dan revolusi teknologi yang akan datang. Dan harga sahamnya memiliki ruang yang hampir tak terbatas untuk investor yang mengetahuinya lebih awal!

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV