
Apple telah meningkatkan upayanya untuk memasuki pasar India dengan mencari persetujuan pemerintah untuk membuka Apple Store dan menjual serta memproduksi perangkat yang diperbarui di IndiaSekarang Apple dikabarkan tengah mencari tempat di kota-kota utama seperti Mumbai, Delhi-NCR, Bengaluru, dan Pune untuk Apple Store pertamanya di negara tersebut.
Laporan tersebut juga menyebutkan Apple berencana untuk mereplikasi Apple Store Fifth Avenue yang ikonik di New York City, beserta gerai-gerai yang lebih kecil di India. Toko Apple di Fifth Avenue populer karena desain kubus kacanya yang unik yang sebagian dirancang oleh mendiang Steve Jobs. Kubus besar tersebut menutup pintu masuk ke toko utama melalui tangga kaca yang dipatenkan Apple. Laporan tersebut menunjukkan bahwa desain kubus tersebut akan digunakan untuk toko-toko utama di India.
Menurut laporan tersebut, Apple berencana untuk mendirikan toko seluas 2,000-3,000 kaki persegi di India yang juga akan memiliki ruang untuk dukungan teknis dan bengkel kecil — mirip dengan yang ada di AS.
Toko Apple merupakan salah satu elemen penting dari model bisnis Apple. Bahkan, Apple memimpin pasar AS eceran pasar dalam hal penjualan per satuan luas. Sejauh ini, Apple memiliki 481 toko ritel di 18 negara termasuk negara tetangga China. Toko-toko ini telah membantu Apple membangun dirinya sebagai merek mewah sekaligus memberikan pengalaman premium kepada pengguna sebelum membuat keputusan pembelian.
Dengan pasar utamanya yang hampir mencapai titik jenuh, Apple telah mengalihkan fokusnya ke pasar berkembang seperti Cina dan India. Meskipun belum memulai upayanya di segmen ritel, Apple telah tumbuh jauh lebih besar di Cina dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan Apple ke pasar Cina bersama dengan Hong Kong dan Taiwan, tumbuh 14 persen menjadi $18.37 miliar, pada kuartal Desember. Sekarang berencana untuk menambah Apple Store-nya menjadi 40 di Cina pada akhir musim panas tahun ini.
CEO Tim Cook telah mengungkapkan bahwa India akan memegang kunci keberhasilannya dan merupakan salah satu area pertumbuhan terpenting untuk dekade berikutnya. Perlu diingat bahwa meskipun terjadi perlambatan global, Apple telah mencatat angka yang lebih baik di India, yang telah lama dianggap sebagai pasar yang sensitif terhadap harga dan saat ini didominasi oleh ponsel pintar Android murah. Menurut angka IDC terbaru, Apple mengungguli Xiaomi untuk meraih posisi no. 6 di 30 kota di India.
Apple Store kemungkinan akan menjadi fondasi bagi upaya Apple yang lebih besar untuk merambah pasar India, yang sebagian besar telah diabaikannya selama beberapa tahun. Toko yang mirip dengan Fifth Avenue ini jelas menunjukkan niat Apple sebagai strategi jangka panjang perusahaan untuk pasar India. Kita dapat memperkirakan gerai Apple yang lebih kecil akan mirip dengan gerai di AS dan mungkin awalnya menargetkan konsumen perkotaan. Gerai-gerai ini kemungkinan akan menawarkan desain dan pengalaman yang seragam kepada para pelanggan.
Namun, apakah upaya baru Apple berarti perangkat yang lebih murah di India? Yah, sangat tidak mungkin. Tim Cook baru-baru ini mengatakan bahwa perusahaan tidak berniat meluncurkan versi iPhone yang lebih sederhana untuk menenangkan pasar yang sedang berkembang. Cook menambahkan penelitian perusahaan menunjukkan pengguna di pasar ini sekarang bersedia berinvestasi lebih banyak untuk pengalaman yang lebih baik.
Namun demikian, hal menarik lain yang perlu diperhatikan dari Apple adalah rencananya untuk menjual iPhone rekondisi di India. Perangkat Apple bekas kemungkinan akan menarik konsumen yang sensitif terhadap harga. Hal ini kemungkinan akan membantu Apple memperluas pijakannya di segmen ponsel pintar kelas menengah di mana Android sangat besar.