13 Maret, 2026

Audit meminta Sabeco Vietnam membayar $111 juta

sabeko
Waktu Membaca: 2 menit

Badan Pemeriksa Keuangan Vietnam telah mengusulkan agar Perusahaan Bir-Alkohol-Minuman Saigon (Sabeco) membayar kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hampir VND2.5 triliun (US$110.9 juta) dalam bentuk dividen, yang diambil dari laba perusahaan yang belum dibagikan pada periode sebelum 2016.

Jumlah yang harus dibayarkan perusahaan bir Sabeco ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dihitung berdasarkan rasio kepemilikan Negara sebesar 89.59 persen di Sabeco per 31 Desember 2016.

Menurut laporan keuangan Sabeco yang diaudit oleh PwC Vietnam Co Ltd, laba yang belum dibagikan untuk periode sebelum tahun 2016 lebih dari VND2.9 triliun dan laba yang dibagikan adalah VND2.78 triliun.

Terkait dengan pembagian sisa laba yang belum dibagikan hingga tahun 2016, Wakil Pemerintah dalam Pengelolaan Modal Negara di Sabeco pada tanggal 4 November 2016 telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperin) untuk dimintakan petunjuk.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan belum memiliki rencana untuk melakukan pembayaran dividen dari laba Sabeco. Kementerian meminta perwakilan ibu kota negara bagian di Sabeco untuk menyampaikan laporan keuangan setiap tahun sejak perusahaan tersebut mulai beroperasi hingga akhir tahun 2016 dan meminta pendapat Perdana Menteri tentang sisa laba yang belum dibagikan.

Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan Vietnam menuntut MoIT mengklarifikasi tanggung jawab individu dan kolektif atas kesalahan perhitungan penilaian Sabeco Pearl, anak perusahaan Sabeco.

Pada bulan Juni 2016, Sabeco menjual seluruh 14.7 juta sahamnya atau 26 persen saham di Sabeco Pearl dalam paket lengkap dengan harga VND13,247 per saham, dan harga penawarannya adalah VND13,347 per saham.

Kesepakatan itu tetap rahasia dan pembelinya tetap tidak diketahui.

Menurut badan audit negara, penilaian Sabeco Pearl menunjukkan beberapa kesalahan dan salah perhitungan, yang mengurangi nilai Sabeco Pearl dan mengakibatkan hilangnya modal negara.

Kerugian di 10 perusahaan lainnya

Badan Audit Negara Vietnam melaporkan bahwa Sabeco telah membuat dana penyisihan untuk kerugian keuangannya dalam 10 proyek investasi jangka panjang, di mana Sabeco memiliki 20 persen dari total modal dasar.

Penyediaan dana tersebut dihitung sebesar 77.8 persen dari total nilai investasi, termasuk investasi sebesar VND154 miliar di Perusahaan Saham Gabungan Komersial Orient. Bank (OCB) dan Bank Umum Saham Gabungan Đông Á (DongA Bank).

Sebagian besar transaksi investasi tersebut bukan merupakan bisnis inti Sabeco dan Badan Pemeriksa Keuangan meminta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk “menjelaskan penyebabnya dan mempertimbangkan tanggung jawab individu dan kolektif yang terlibat dalam 10 transaksi investasi tersebut.”

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV