
Perusahaan asuransi jiwa AXA Financial Indonesia, bagian dari Grup AXA Indonesia, meluncurkan perangkat digital untuk memperluas basis nasabahnya pada hari Senin.
Alat tersebut memberikan kemudahan akses informasi untuk beberapa keperluan, yaitu pembuatan dana pendidikan anak, dana pensiun, modal usaha, serta dana pariwisata atau haji.
Kepala Agensi AXA Financial Indonesia, Nina Ong mengatakan perangkat dan produk tersebut ditujukan kepada warga negara masa kini yang dinamis, usia 25 hingga 45 tahun.
Perusahaan mengharapkan alat tersebut dapat membantu menarik 20 persen hingga 30 persen warga tersebut sebagai klien baru dan memperluas basis pelanggannya, yang sekarang dilayani oleh sekitar 14,000 agen.
Langkah AXA Financial Indonesia merupakan bagian dari strategi menyeluruh industri asuransi, yang terus melaporkan penetrasi asuransi yang rendah meskipun Indonesia berstatus sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Asia.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio penetrasi asuransi hingga September hanya sebesar 2.63 persen, lebih rendah dibandingkan dengan rasio pada tahun XNUMX yang sebesar XNUMX persen. Malaysia, Singapura dan Thailand lebih dari 5 persen.
AXA Financial Indonesia membukukan pendapatan total sebesar Rp 1.44 triliun (US$108.03 juta) dalam sembilan bulan pertama tahun 2016, meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015, didukung oleh hasil positif dalam investasinya.