
Bentang alam Vietnam, infrastruktur pariwisata kelas atas yang terus berkembang, kuliner yang diakui secara global, dan jaringan penerbangan langsung yang terus meluas telah menjadikannya destinasi utama bagi wisatawan dari India di Tenggara Asia, terus melampaui Thailand.
Selama bertahun-tahun, Thailand menjadi tujuan utama wisatawan India yang mengunjungi wilayah tersebut. Namun, kini lebih banyak wisatawan India yang mengalihkan perhatian mereka ke Vietnam, yang menawarkan pengalaman serupa dengan harga yang lebih terjangkau. Pada akhir Maret, The Economic Times menerbitkan sebuah artikel berjudul "Lupakan Thailand, Vietnam adalah taman bermain baru bagi wisatawan India," yang menyatakan bahwa Vietnam kini menarik lebih banyak minat wisatawan India daripada tujuan wisata Asia Tenggara lainnya.
Taman bermain baru bagi orang kaya India
Vietnam telah menjadi pesaing kuat di kalangan wisatawan kelas atas India, karena mereka mencari alternatif selain Jepang dan Singapura setelah mengunjungi pulau-pulau populer di Thailand seperti Koh Samui dan Phuket. Meningkatnya kehadiran hotel-hotel mewah, terutama di destinasi pantai seperti Phu Quoc, menarik minat kaum elit India.
The Economic Times menyoroti bahwa orang-orang kaya India menyelenggarakan sekitar 5,000 pernikahan super mewah setiap tahunnya, dengan anggaran berkisar antara $250,000 hingga $500,000. Meskipun persaingan ketat, JW Marriott Phu Quoc Emerald Bay berhasil menyelenggarakan pernikahan miliarder India Rushang Shah pada tahun 2019 dan upacara pernikahan pasangan miliarder lainnya pada awal tahun 2024. Kedatangan merek-merek mewah seperti The Luxury Collection dan Ritz Carlton Reserve di Phu Quoc semakin memperkuat daya tarik pulau tersebut.
Selain penginapan mewah, Phu Quoc menawarkan berbagai pengalaman yang menarik bagi wisatawan India.
Sun Paradise Land di selatan Phu Quoc menampilkan atraksi seperti pertunjukan multimedia “Kiss of the Sea” yang memegang Rekor Dunia Guinness, kembang api malam hari, kereta gantung tiga kawat terpanjang di dunia, dan Jembatan Kiss.
“Phu Quoc menawarkan begitu banyak kejutan. Naik kereta gantung di pagi hari di atas laut, kembang api di malam hari… Saya belum pernah mengalami hal seperti itu di tempat lain,” kata Rohan Khanna, seorang pengunjung dari New Delhi.
Selain Phu Quoc, Teluk Ha Long juga menjadi tujuan wisata populer bagi wisatawan India. Semakin banyak keluarga kaya India memilih Phu Quoc dan Ha Long untuk acara penting, menjadikan Vietnam sebagai tujuan utama pernikahan di Asia. Dengan keindahan alamnya, hotel mewah, dan layanan acara profesional, kedua lokasi tersebut terbukti ideal untuk menyelenggarakan momen spesial.
Pengalaman kuliner yang luar biasa
Makanan memegang peranan penting bagi wisatawan India saat memilih destinasi wisata. Mengingat keragaman preferensi makanan dan agama di seluruh India, pemenuhan standar halal atau ramah halal sangat penting untuk memastikan kunjungan berulang.
Destinasi wisata utama di Vietnam, seperti Sun World Ba Na Hills di Da Nang dan Sun World Fansipan Legend di Sa Pa, telah memenuhi kebutuhan diet ini, dengan menawarkan kepada wisatawan India cita rasa yang familiar dan memenuhi kebutuhan budaya mereka.
Da Nang, yang ditambahkan ke perluasan Panduan Michelin tahun 2024, telah melihat peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung India.
Da Nang menyambut 222,000 wisatawan India pada tahun 2024, yang merupakan 5.3% dari total kedatangan internasional. Hampir 50% pengunjung India ke Vietnam memilih Da Nang sebagai tujuan utama mereka, yang memperkuat posisinya sebagai kota Vietnam terpopuler di kalangan wisatawan India.
Harga makanan yang terjangkau di Da Nang dan destinasi pantai lainnya seperti Phu Quoc juga menambah daya tarik Vietnam.
Dibandingkan dengan pesaing regional seperti Thailand, makanan laut di Vietnam jauh lebih terjangkau. Cerita Bangsa bahkan mencatat bahwa makanan laut di Phu Quoc harganya sekitar setengah dari di Thailand.
Lebih banyak penerbangan langsung
Meningkatnya jaringan penerbangan langsung Vietnam dari kota-kota besar di India juga berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan. Saat ini, ada sekitar 56 penerbangan langsung per minggu antara kedua negara. Beberapa rute langsung baru, termasuk satu dari Ahmedabad ke Da Nang, diluncurkan pada tahun 2024.
Sandeep Arya, Duta Besar India untuk Vietnam, menyampaikan bahwa otoritas penerbangan dari kedua negara berencana menambah 14 penerbangan lagi yang menghubungkan kota-kota seperti New Delhi, Chennai, dan Mumbai dengan Vietnam. India juga mendorong maskapai penerbangan seperti Vietnam Airlines, Vietjet, dan IndiGo untuk membuka lebih banyak rute langsung guna meningkatkan pariwisata.
Menurut Kantor Statistik Umum, kedatangan internasional ke Vietnam pada kuartal pertama tahun 2025 melampaui 6 juta, meningkat 29.6% dari tahun ke tahun. Lebih dari 143,000 pengunjung tersebut berasal dari India, melanjutkan tren pertumbuhan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada tahun 2024, Vietnam menyambut lebih dari 500,000 wisatawan India, menjadikan India salah satu pasar masuk yang paling menjanjikan. Dengan semakin banyaknya penawaran yang kompetitif, Vietnam sedang dalam perjalanan untuk menjadi tujuan utama wisatawan India di Asia Tenggara pada tahun 2025.