
Ekspor kerajinan unik dan barang antik Bali ke Spanyol meningkat sebesar 38.93 persen, dari US$5.4 juta yang tercatat pada Januari-April 2014 menjadi US$7.4 juta pada periode yang sama pada tahun 2015.
"Spanyol mengimpor berbagai produk tenun berupa sandal, tas kain, barang bukan rajutan, kembang gula, dan furnitur," kata pengusaha Bali Made Parwata di Jakarta, Kamis.
Menurut Parwata, pertumbuhan perdagangan luar negeri Bali, khususnya dengan Spanyol, tampak positif, terutama setelah pemerintah meningkatkan frekuensi penerbangan ke negara-negara Eropa.
Ia mengatakan, konsumen Spanyol konsisten membeli berbagai produk seni Bali.
Importir Spanyol selalu memesan barang melalui email setiap bulan.
Selain Spanyol, Belanda, Yunani, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat merupakan sepuluh pembeli teratas kerajinan tangan Bali.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Spanyol menempati urutan ketujuh negara pembeli terbesar produk nonmigas Bali pada awal tahun 2015, setelah Amerika Serikat yang menjadi konsumen terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$ 38.8 juta, disusul Jepang sebesar US$ 16.5 juta, Singapura US$ 14 juta, dan Thailand US$ XNUMX juta. Australia US$13.3 juta.
Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perdagangan luar negeri, khususnya penjualan souvenir dan hasil pertanian, termasuk hasil bumi Bali. kopi.