
BDO Unibank, yang saat ini menjadi pemberi pinjaman terbesar di Filipina, dengan total aset 1.86 triliun peso ($39.3 miliar), memiliki rencana besar — beberapa di antaranya termasuk mitra Jepang baru.
The bank merupakan bagian dari SM Group, yang utamanya mengoperasikan berbagai bisnis ritel dan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Filipina untuk memperoleh keuntungan pendapatan yang stabil. Pemberi pinjaman tersebut kini bermaksud untuk menjajaki area bisnis baru di dalam dan luar negeri melalui usaha patungan dengan perusahaan pialang terkemuka Jepang, Nomura Holdings, serta kemitraan dengan pemberi pinjaman regional Jepang.
Ketua BDO Unibank Teresita Sy-Cosop
BDO Unibank telah memperluas skala bisnisnya melalui serangkaian akuisisi sejak tahun 1976. Hasilnya, kini bank ini memiliki lebih dari 900 kantor cabang di seluruh Filipina. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, bank ini telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas layanannya; bank ini telah memperpanjang jam bukanya selama dua jam, menjadi pukul 5 sore, dan telah menggunakan warna dasar biru di semua kantor cabangnya dalam upaya untuk menciptakan citra yang bersih dan segar.
Upaya tersebut dipimpin oleh Ketua BDO Unibank Teresita Sy-Coson, putri sulung pendiri SM Group Henry Sy. Ketajaman bisnis Sy-Coson telah memenangkan kekaguman Tadashi Yanai, ketua dan presiden Fast Retailing, perusahaan induk Jepang yang mengoperasikan jaringan toko pakaian kasual Uniqlo. Yanai memujinya dalam salah satu bukunya, dan Fast Retailing telah membentuk usaha patungan dengan SM Retail, perusahaan SM Group.
Sy-Coson mengincar lebih banyak transaksi bisnis Jepang-Filipina. BDO Unibank telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pemberi pinjaman regional Jepang, termasuk Joyo Bank, yang berkantor pusat di Mito, Prefektur Ibaraki. Selain itu, bank Filipina tersebut akan membuka pusat pengiriman uang di Tokyo pada bulan Desember.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Filipina, semakin banyak warga Filipina yang mulai membuka rekening perdagangan sekuritas. Tren ini membuat Sy-Coson mengantisipasi masa depan di mana semakin banyak peso yang beredar akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Pada bulan Juni, BDO Unibank dan Nomura sepakat untuk mendirikan usaha patungan perdagangan saham di mana pemberi pinjaman Filipina memiliki 51% saham dan perusahaan sekuritas Jepang memegang sisanya sebesar 49%.
BDO Unibank mengatakan pihaknya mengelola sekitar 7 juta rekening bank. Terlebih lagi, Grup SM mengoperasikan pusat perbelanjaan besar di seluruh negeri yang dapat menarik puluhan ribu pengunjung setiap hari. Dengan demikian, bank tersebut berada pada posisi yang tepat untuk meningkatkan profil pialang baru tersebut melalui iklan dan platform lainnya.
Sy-Coson mengharapkan sinergi dari jaringan nasional BDO Unibank dan investasi Nomura perbankan keahlian. “Di masa mendatang, kami berharap dapat menawarkan lebih banyak layanan kepada klien kami, termasuk investasi lintas batas,” katanya. “Ini akan memberikan pilihan peluang yang lebih luas bagi investor, terutama dalam konteks integrasi ASEAN.”