
Bega Cheese, sebuah perusahaan susu asal Australia, telah mengindikasikan niatnya untuk mengajukan permohonan ke Australia Komisi Persaingan dan Konsumen (ACCC) mencari otorisasi untuk akuisisi Fonterra Oceania yang direncanakan.
Bega Cheese yakin bahwa akuisisi yang prospektif ini akan sangat meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan, dan juga akan memberikan manfaat besar bagi industri susu yang lebih luas. Perusahaan berpendapat bahwa menggabungkan sumber dayanya dengan sumber daya Fonterra Oceania akan menghasilkan peningkatan efisiensi dan hasil bagi petani susu, pelanggan, dan konsumen Australia.
Bega Cheese berpandangan bahwa perusahaan tersebut merupakan pihak yang paling tepat untuk mengakuisisi bisnis Fonterra di Oseania dan sangat tertarik untuk memanfaatkan peluang ini. Perusahaan tersebut berharap dapat terlibat dalam diskusi yang produktif dengan Fonterra Group terkait penjualan bisnisnya di Oseania.
Karena Bega Cheese adalah bisnis Australia, ia memperkirakan akuisisi potensial tersebut tidak memerlukan persetujuan dari Dewan Peninjauan Investasi Asing (FIRB).
Pada bulan November, Fonterra mengungkapkan rencananya untuk melakukan divestasi dengan melakukan penjualan dagang dan penawaran umum perdana atas bisnis konsumen globalnya, serta bisnis terpadu Fonterra Oceania dan Fonterra Sri Lanka. Perusahaan yakin bahwa divestasi ini akan memungkinkannya untuk memfokuskan sumber dayanya pada bisnis bahan baku dan jasa makanan, sehingga memaksimalkan nilai.
Bisnis konsumen Fonterra mencakup operasi dan pemasaran berbagai merek, seperti Mainland, Anchor, Kapiti, dan Anlene.
Mengapa Bega Cheese berencana mengakuisisi Fonterra Oceania?
Bega Cheese yakin bahwa akuisisi Fonterra Oceania akan sangat meningkatkan efisiensi dan kinerja bisnisnya.
Siapa yang perlu menyetujui akuisisi?
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) perlu menyetujui akuisisi tersebut.
Apa alasan Fonterra di balik divestasinya? strategi?
Fonterra yakin bahwa dengan melakukan divestasi, perusahaan akan dapat memusatkan sumber dayanya pada bisnis bahan dan layanan makanan, sehingga memaksimalkan nilai.