
Terkenal dengan layanan kafe, toko makanan, dan toko kelontongnya, The Providore secara resmi menghentikan semua operasinya di Singapura di tengah proses likuidasi yang sedang berlangsung.
Providore memulai perjalanan bisnisnya di Singapura pada tahun 2013. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini secara progresif memperluas jangkauannya hingga mencakup enam lokasi berbeda di seluruh negara kota tersebut. Namun, sejak kemarin, semua lokasi tersebut telah menghentikan layanannya, menandai berakhirnya operasi perusahaan.
Perusahaan tersebut menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pelanggan melalui pernyataan di media sosial, yang berbunyi, “Kami dengan tulus berterima kasih kepada pelanggan kami yang terhormat atas dukungan dan kemurahan hati mereka yang tak tergoyahkan sepanjang perjalanan kami. Semua gerai The Providore di Singapura akan menghentikan operasionalnya mulai 9 Maret.”
Dengan nada reflektif, perusahaan tersebut juga menambahkan, “Meskipun sudah waktunya kita berpisah, cita rasa dan kenangan yang kita ciptakan bersama akan tetap abadi. Kami tetap berharap dapat bertemu kembali dengan Anda dalam wujud yang berbeda di masa mendatang.”
Dalam upaya untuk memandu pelanggan selama masa transisi ini, beberapa toko telah memasang pemberitahuan yang mengarahkan semua pertanyaan ke ClearView Associates, sebuah perusahaan likuidasi yang berbasis di Singapura.
Providore sebelumnya telah diakuisisi oleh SingFire Capital dan Vino Vibe pada April 2025. Namun, setelah akuisisi tersebut, Vino Vibe menjadi pengendali tunggal perusahaan. Pada transaksi inilah Robert Collick, pendiri Providore, melepaskan kendalinya atas bisnis tersebut.
Mengapa The Providore menghentikan semua operasinya di Singapura?
Providore telah menghentikan layanannya di Singapura karena proses likuidasi yang sedang berlangsung.
Kapan The Providore memulai operasi bisnisnya di Singapura?
Providore memulai perjalanannya di Singapura pada tahun 2013.
Siapa saja investor di The Providore?
Providore dijual kepada SingFire Capital dan Vino Vibe pada April 2025, setelah itu Vino Vibe mengambil alih kendali penuh atas perusahaan tersebut.