
Dalam tanggapan tertulisnya kepada Rajya Sabha, Baghel menyatakan bahwa Departemen Telekomunikasi (DoT) sedang melaksanakan proyek tersebut secara bertahap untuk memastikan konektivitas pita lebar menjangkau semua Gram Panchayat di seluruh negeri.
Infrastruktur BharatNet diklasifikasikan sebagai aset nasional dan dapat diakses oleh penyedia layanan tanpa diskriminasi. Infrastruktur ini mendukung berbagai layanan pita lebar, termasuk koneksi Fiber-to-the-Home (FTTH), jalur sewa, dark fiber, dan koneksi backhaul untuk menara seluler. Hingga Februari 2025, total 2,14,323 Gram Panchayat adalah siap diservis, Baghel mengonfirmasi.
Selain itu, Kabinet Persatuan telah menyetujui Program BharatNet yang Diubah (ABP), yang mengadopsi model desain, bangun, operasikan, dan pelihara (DBOM). Program yang direvisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan jaringan yang ada di bawah BharatNet Tahap I dan II, memperluas konektivitas ke sekitar 42,000 Gram Panchayat yang belum siap untuk layanan, dan memastikan operasi dan pemeliharaan jaringan untuk dekade berikutnya.
Baghel juga mencatat bahwa Bharat Sanchar Nigam Limited (BSNL) telah diberi tugas untuk menyediakan 1.50 crore sambungan FTTH ke rumah tangga selama lima tahun ke depan. Jadwal penyelesaian ABP ditetapkan pada Maret 2027.