
Ekspor pisang Vietnam berpotensi melampaui ambang batas US$1 miliar dalam waktu dekat karena peningkatan investasi, produksi berbasis rantai nilai, dan perluasan pasar ekspor, demikian menurut sejumlah pakar dan pelaku industri. Mereka menyampaikan pandangan optimis ini selama forum baru-baru ini yang diadakan di Kota Ho Chi Minh yang berfokus pada strategi pencegahan dan pengendalian penyakit Panama pada pisang.
Assoc. Prof. Dr. Le Quoc Doanh, mantan wakil menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan dan ketua Asosiasi Berkebun Vietnam saat ini, menjelaskan kondisi produksi pisang di Vietnam saat ini. Beliau menunjukkan bahwa negara tersebut memproduksi sekitar 2.8 juta ton pisang setiap tahunnya.
Doanh menunjukkan bahwa baik luas lahan yang didedikasikan untuk budidaya pisang maupun hasil panennya menunjukkan tren peningkatan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya permintaan pasar dan perluasan kapasitas produksi sektor tersebut.
Pada tahun 2024, pisang menyumbang sekitar $372-378 juta dari total ekspor buah Vietnam, berada di belakang durian, buah naga, dan kelapa. Meskipun demikian, Doanh percaya bahwa kontribusi pisang saat ini terhadap perekonomian ekspor masih cukup kecil dibandingkan dengan skala produksi dan potensi keseluruhan sektor tersebut.
Pham Quoc Liem, ketua U&I Agriculture Corporation, berbagi wawasannya dari sudut pandang bisnis. Ia menyebutkan bahwa pasar pisang global bernilai sekitar $15.3 miliar pada tahun 2024, dan diproyeksikan akan melonjak menjadi $21 miliar pada tahun 2030. Vietnam, meskipun merupakan produsen pisang terbesar kesembilan di dunia, memiliki pangsa ekspor pisang yang relatif rendah.
Liem juga menyoroti bahwa pisang Vietnam hanya menguasai kurang dari 40% pangsa pasar di Tiongkok, sekitar 3% di Jepang, dan di bawah 17% di Korea Selatan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa ada potensi pertumbuhan yang signifikan di pasar-pasar tersebut.
Industri pisang di Vietnam, meskipun memiliki prospek yang kuat, menghadapi beberapa tantangan. tantanganNguyen Quoc Manh, wakil direktur Departemen Produksi Tanaman dan Perlindungan Tanaman, menyatakan bahwa para produsen memiliki akses terbatas terhadap informasi pasar. Masalah ini diperparah oleh fluktuasi harga yang tajam, terutama untuk pengiriman yang gagal memenuhi standar ekspor resmi.
Selain itu, hambatan teknis yang lebih ketat di beberapa pasar, khususnya yang terkait dengan karantina tanaman dan batasan residu kimia, semakin meningkatkan tekanan pada petani dan eksportir.
Doanh mengidentifikasi penyakit tanaman sebagai ancaman terbesar yang dihadapi sektor ini, dengan penyakit Panama sebagai yang paling berbahaya. Ia menyerukan strategi komprehensif yang mencakup varietas tanaman, teknik budidaya, organisasi produksi, dan pengembangan pasar.
Penyakit Panama telah menjadi masalah global utama sejak pertengahan abad ke-20, menyebabkan kerugian sekitar $1 miliar setiap tahunnya. Vietnam telah mengalami dampak penyakit ini sejak tahun 2016-2017, yang menyebabkan penurunan signifikan dalam produksi pisang Cavendish dan memaksa petani untuk beralih ke tanaman alternatif.
Untuk mengurangi penyebaran penyakit tersebut, Vietnam telah berpartisipasi dalam program kerja sama internasional seperti Jaringan Pisang Asia-Pasifik. Negara ini juga telah meningkatkan upaya penelitian dan pelatihan dalam negerinya.
Dr. Tran Ngoc Hung dari Institut Penelitian Buah dan Sayuran menekankan bahwa solusi yang paling berkelanjutan adalah mengembangkan varietas pisang yang tahan terhadap penyakit Panama.
Para ahli sepakat bahwa dengan pengendalian penyakit yang efektif, restrukturisasi produksi yang berkelanjutan, dan rantai nilai yang lebih kuat, industri pisang Vietnam berpotensi menjadi ekspor bernilai miliaran dolar dalam waktu dekat.
Manh memperkirakan bahwa total luas lahan yang didedikasikan untuk budidaya pisang di Vietnam tahun ini akan mencapai sekitar 163,000-163,500 hektar, dengan perkiraan produksi tahunan sebesar 2.75 juta ton.
- Berapakah nilai ekspor pisang Vietnam saat ini?
Pada tahun 2024, ekspor pisang Vietnam bernilai sekitar 372-378 juta dolar AS.
- Apa saja tantangan yang dihadapi sektor pisang di Vietnam?
Tantangan utama meliputi akses terbatas terhadap informasi pasar bagi produsen, fluktuasi harga, hambatan teknis yang semakin ketat di pasar ekspor, dan ancaman dari penyakit tanaman, khususnya penyakit Panama.
- Berapakah proyeksi produksi pisang tahunan di Vietnam?
Vietnam diproyeksikan akan memproduksi sekitar 2.75 juta ton pisang setiap tahunnya.