Februari 16, 2026

Bitcoin akan diterima di lebih dari 260,000 toko di Jepang

Bitcoin
Waktu Membaca: 2 menit

Bursa bitcoin utama di Jepang bekerja sama dengan pengecer untuk memulai revolusi transaksi yang memungkinkan toko menerima pembayaran Bitcoin.

Bitcoin adalah salah satu contoh mata uang kripto, yaitu mata uang digital yang didasarkan pada struktur data yang disebut Blockchain. Blockchain adalah buku besar digital yang memungkinkan pencatatan dan penyimpanan transaksi secara terdesentralisasi dan aman secara kriptografi.

Setiap blok dalam blockchain dikelola oleh apa yang disebut "penambang" melalui server yang tersebar di seluruh dunia. Para penambang ini kemudian menerima mata uang kripto sebagai gantinya. Meskipun sebagian besar pasar lambat menerima mata uang kripto, beberapa pengecer mulai menguji bentuk pembayaran baru ini.

Menurut Nikkei Asian Review, perusahaan elektronik konsumen Jepang eceran Rantai Bic Camera akan mencoba sistem pembayaran menggunakan Bitcoin di dua tokonya di Tokyo. Untuk melakukannya, perusahaan akan bermitra dengan Bitflyer, yang merupakan bursa bitcoin terbesar berdasarkan volume di Jepang. Pada saat yang sama, divisi pendukung ritel Recruit Holdings, Recruit Lifestyle, berencana untuk bekerja sama dengan bursa bitcoin Coincheck untuk menerapkan sistem serupa: "Bitcoin akan diterima di 260,000 toko pada musim panas ini," kata perusahaan tersebut.

Saat ini, sekitar 4,500 toko di Jepang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Lebih jauh, dalam sebuah wawancara Bitcoin.com pada bulan Januari ini, Kagayaki Kawabata, Kepala Pengembangan Bisnis Coincheck, mengungkapkan bahwa sudah ada lebih dari 5,000 pedagang dan situs web di Jepang yang menerima pembayaran Bitcoin menggunakan sistem perusahaan tersebut.

Tentu saja, langkah untuk mengadaptasi Bitcoin bukanlah langkah yang sembarangan. Selain keamanan, alasan lain untuk memilih mata uang kripto adalah kemudahan relatif dalam melakukan transaksi. Bitcoin memungkinkan wisatawan untuk melakukan pembelian di Jepang tanpa harus melalui kurs mata uang. Selain itu, jika lebih banyak gerai menerima Bitcoin, lebih banyak konsumen individu yang mungkin akan terbujuk untuk membuat akun Bitcoin.

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin mungkin akan menjadi cara baru dalam melakukan transaksi keuangan. Hingga saat ini, lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia menggunakan Bitcoin. Bitcoin tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus ditimbun — melainkan digunakan untuk berbelanja. Seiring dengan semakin banyaknya toko-toko di Jepang yang menggunakan Bitcoin, mata uang kripto ini secara bertahap mulai digunakan dalam transaksi keuangan umum.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV