
Wali Kota Bitung Maximilian Jonas Lomban mengatakan, pihaknya memiliki visi untuk menjadikan kotanya menjadi kota modern dan menjadi gerbang Asia Pasifik bagi Indonesia.
Kota itu bisa berperan sebagai pintu gerbang Asia Pasifik bagi Indonesia, kata Lomban pada pertemuan dalam rangka ulang tahun ke-26 kota pelabuhan itu di Jakarta, Selasa.
Kota pelabuhan itu berlokasi strategis di pesisir Pasifik di Sulawesi Utara, ujarnya dalam pertemuan yang dihadiri para pemimpin kota tersebut.
“Posisi kota akan lebih potensial jika pemerintah berencana untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung agar kota dapat berdaya saing di pasar global,” katanya. Asia wilayah Pasifik,” katanya.
Ia mengatakan, Bitung akan menjadi simpul berbagai proyek strategis nasional dan akan banyak investor nasional maupun internasional yang ingin memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di kota tersebut.
Wali Kota mengatakan, di antara proyek-proyek besar yang sedang dan akan dibangun di kawasan sekitar dan di dalam kota tersebut antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), jalan tol Manado-Bitung, Pelabuhan Kapal Laut Internasional Bitung, dan jalur kereta api Makasar-Bitung, yang secara otomatis menjadikan kota ini sebagai pintu gerbang ke kawasan Pasifik.
“Ide Bitung sebagai pintu gerbang Pasifik bagi Indonesia akan terwujud, apalagi jika Bitung dipromosikan menjadi salah satu destinasi wisata Indonesia,” kata Max.
Ketua DPRD Kota Bitung Laurents Supit, Kota Bitung mendapatkan sejumlah penghargaan, salah satunya dari keuangan Kementerian untuk laporan keuangan yang baik dan dari Kementerian Perhubungan untuk layanan yang baik melalui terminal peti kemasnya.
Supit mengaitkan pencapaian tersebut dengan ambisi masyarakat kota Bitung untuk menjadikan Bitung sebagai kota laut modern.