
Milik negara Bank BNI Syariah bertekad untuk menarik lebih banyak investor strategis tahun ini sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan modal, menurut Direktur Utama Dinno Indiano.
Bank BNI Syariah telah membuka diri bagi investor selama tiga tahun terakhir.
"Tahun ini kami akan lebih gencar lagi melobi investor. Toh, kami punya keyakinan itu, didukung kinerja yang baik selama tiga tahun terakhir," kata Dinno dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquin mengatakan, bank pelat merah itu tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan investor strategis untuk mendukung bisnis BNI Syariah. Bank BNI Syariah merupakan anak usaha Bank BNI.
Bank BNI bersedia menjual 20 persen atau lebih saham anak usahanya kepada investor strategis. Namun, Bank BNI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Bank BNI Syariah.
Pekan lalu, Bank BNI menyatakan optimistis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bakal meningkat pesat pada 2016 setelah suku bunga kredit itu diturunkan menjadi 9 persen per tahun.
Achmad Baiquni dalam keterangannya mengatakan, sepanjang Agustus 2015 hingga akhir 2015, lembaga keuangan milik pemerintah itu telah menyalurkan KUR lebih dari Rp3 triliun.
Baiquni mengatakan jumlah ini diprediksi melonjak hingga lebih dari Rp10 triliun pada 2016.
Pencairan KUR oleh BNI dilakukan secara simbolis di Pabrik Gula Glenmore, Kabupaten Banyumas, Jawa Timur, Rabu (2/10) di hadapan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Achmad Baiquni.
Baiquini mengatakan, KUR yang disalurkan BNI pada 2015 ini meningkat 70 persen dibanding 2014.
Pada tahun 2015, penerima KUR di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 12,200 orang. Di Jawa Timur sendiri, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp476.5 miliar kepada 2,022 nasabah, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). pengecer dan pekerja.
Di Jawa Timur, KUR ditawarkan kepada sektor padat karya dan produktif seperti industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.
Ada pasar KUR yang potensial di Jawa Timur, dan mungkin menarik petani gula di bawah koordinasi perusahaan perkebunan negara, PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
BNI optimistis jumlah pengguna KUR pada 2016 akan lebih banyak karena adanya penurunan suku bunga dan membaiknya perekonomian.