
Seorang investor Brasil telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi sebesar Rp 1 triliun ($77 juta) untuk pembiakan sapi di Pulau Buru di Maluku, bersaing dengan investor lain untuk memanfaatkan pasar daging sapi Indonesia yang menguntungkan tetapi kekurangan pasokan.
Selain Brasil, Australia dan beberapa investor lokal tertarik untuk berinvestasi dalam peternakan sapi di Pulau Buru, yang sebagian besar telah diubah menjadi lahan pertanian oleh tahanan politik selama era Orde Baru di bawah Suharto.
Pemerintah berharap dapat menandatangani nota kesepahaman investasi pada hari Senin rencana dengan investor Brasil, yang rencananya mencakup total kapasitas produksi 200,000 ekor sapi per tahun.
"Ada lima [yang berminat berinvestasi] dan investor lokal, tapi ini [investor Brasil] yang mungkin kita harapkan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Minggu.
Kebijakan yang salah arah dan korupsi di kalangan pejabat pemerintah telah lama menghambat kemampuan negara untuk memenuhi permintaan daging sapi lokal, apalagi untuk mampu mandiri dalam produksi.