
Raksasa e-commerce China JD.com mengatakan pada hari Jumat bahwa barang-barang Inggris akan masuk ke pasar China dengan harga yang lebih murah setelah negara tersebut memilih untuk meninggalkan Uni Eropa (UE).
“Produk-produk Inggris akan lebih kompetitif,” Tony Qiu, direktur JD Worldwide, menyampaikan pernyataan tersebut di Paris dalam sebuah konferensi pers setelah berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan Prancis tentang upaya untuk menjadi yang teratas di pasar Tiongkok.
Sejak rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa Jumat lalu, nilai tukar pound telah turun hampir 8 persen terhadap dolar, disertai dengan anjloknya pasar saham global.
Dia mengatakan belum jelas apakah Brexit akan berdampak pada bisnis perusahaan.
JD memang memiliki ambisi untuk menjual barang kepada masyarakat Eropa dalam jangka panjang, tambahnya.
JD.com, platform e-commerce terbesar kedua di China, telah bermitra dengan merek Prancis, seperti L'Oreal dan Evian, untuk menjual langsung kosmetik dan minuman Prancis melalui saluran daringnya.
JD.com bersama dengan Alibaba Group, pemain terbesar di bidang e-commerce, menguasai sekitar 80 persen pasar online eceran penjualan di Tiongkok.
Pada akhir Juni, Wal-Mart menjual situs ritel daringnya Yihaodian ke JD.com. Kesepakatan ini akan menjadikan Wal-Mart sebagai pengecer di dalam Yihaodian, alih-alih memiliki toko daring yang terpisah sepenuhnya. Kemitraan dengan JD.com dipandang sebagai cara bagi raksasa AS itu untuk mendapatkan pijakan yang lebih kuat di pasar e-commerce Tiongkok yang sangat kompetitif.