Februari 9, 2026

Merek tas asal Inggris Zatchels incar pasar Asia

suntingan 005
Waktu Membaca: 2 menit

Merek tas trendi asal Inggris Zatchels mengatakan berencana untuk merambah pasar Asia seiring merek mudanya memperoleh kesadaran internasional.

Zatchels didirikan pada bulan April 2011 dan memiliki basis produksi di Leicester, Inggris. Sebagai pengecer multisaluran, perusahaan ini memiliki toko di York, Westfield London, dan sekarang Bath.

Sekarang dikatakan bahwa Inggris ingin memasuki Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Singapura untuk memanfaatkan populasi muda mereka dan tumbuhnya kecintaan terhadap produk buatan Inggris di kalangan warga Asia Tenggara.

Perusahaan ini memproduksi dan menjual eceran, dengan toko-toko butik di Inggris. Toko-toko di luar negeri biasanya dioperasikan sebagai konsesi di department store.

Pabrikan tersebut telah mengekspor sepertiga tas dan tas desainer yang dibuat di pabriknya di dekat pusat kota Leicester ke sekitar 90 negara. Pabrik tersebut memproduksi lebih dari 25 jenis tas, menghasilkan omzet £3.5 juta per tahun, dan mempekerjakan 70 orang di bagian produksi dan eceran.

Toko Zatchels York 315*Toko Zatchels di York.

Bisnis tersebut baru saja menerima kunjungan Douglas Barnes, Konsul Jenderal HM untuk Kota Ho Chi Minh dan Direktur Perdagangan dan Investasi Vietnam, untuk membahas peluang yang tersedia.

MD Dean Clarke, yang mendirikan Zatchels bersama mitra bisnis Brian Brady, mengatakan ekspor merupakan bagian yang terus berkembang dan sangat penting dari rencana bisnis perusahaan untuk tahun 2015 dan seterusnya.

“Kami berharap untuk memasukkan Vietnam dalam rencana tersebut, bersama dengan wilayah penting lainnya di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik,” kata Clarke dalam sebuah wawancara dengan Leicester Mercury koran.

“Pertemuan dengan Bapak Barnes memberi kami kesempatan untuk menyelidiki lebih lanjut negara dengan pertumbuhan pesat yang sedang berkembang ini secara lebih rinci dan berpotensi menjalin kontak yang berpengaruh untuk membantu kami mengembangkan bisnis kami di pasar yang menarik ini.”

Barnes mengatakan Vietnam merupakan salah satu pasar ritel dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan ada permintaan besar terhadap produk seiring meningkatnya daya beli konsumen.

“Jumlah penduduknya muda dan dinamis, dengan 60 persen berusia di bawah 30 tahun. Saya terkesan dengan pendekatan Zatchels yang sangat ambisius terhadap ekspor yang telah menempatkan mereka di puncak permainan mereka dan saya ingin membantu mereka mengembangkan bisnis mereka di Vietnam.”

Zatchels berfokus pada pembuatan barang-barang dari kulit berkualitas, dengan setiap tas dibuat berdasarkan pesanan. Saat ini Zatchels memiliki 10 Koleksi yang dirancang untuk pria, wanita, dan anak-anak serta berbagai aksesori.

Orang-orang Zatchels di dalam 315

 

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV