
Kondisi ekonomi yang stabil saat ini diprediksi akan menyebabkan kenaikan biaya perjalanan kelas bisnis sepanjang tahun. Sementara itu, harga untuk kelas ekonomi diproyeksikan akan tetap relatif stabil, menurut para ahli pasar.
American Express Global Business Travel Consulting memperkirakan bahwa permintaan yang kuat dapat memicu lonjakan harga tiket kelas bisnis sebesar 7.4% untuk rute dari Asia ke Timur Tengah.
Rute dari Asia ke Eropa diperkirakan akan mengalami kenaikan harga sekitar 4.8%, sementara kenaikan sebesar 3.4% diperkirakan terjadi untuk rute Asia ke Eropa. Australia perjalanan.
Perusahaan konsultan tersebut juga mencatat bahwa rute yang sangat populer antara India dan Singapura mungkin akan mengalami kenaikan tarif yang signifikan. Lalu lintas penumpang udara di rute ini mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2024, dengan lebih dari 5.5 juta penumpang menurut data dari Bandara Changi Singapura.
American Express Global Business Travel Consulting lebih lanjut menyebutkan bahwa kenaikan tarif kelas bisnis dari Singapura ke AS diperkirakan akan terjadi. Mulai tahun 2026 dan seterusnya, semua penerbangan yang berangkat dari Singapura akan diwajibkan menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Linus Bauer, pendiri perusahaan konsultan penerbangan BAA & Partners, memperkirakan bahwa lalu lintas penumpang di kawasan Asia-Pasifik akan meningkat secara moderat sebesar 4% hingga 6%, setara dengan 150-200 juta penumpang, sehingga totalnya mencapai sekitar 3.8 miliar.
Ia percaya bahwa tahun 2026 akan membawa lingkungan penetapan harga yang lebih matang di mana tarif kelas ekonomi akan secara bertahap menurun, sementara pendapatan kelas premium akan tetap relatif stabil.
Di pasar Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Oseania yang padat penduduk dan sensitif terhadap harga, Bauer memperkirakan bahwa tarif kelas ekonomi rata-rata akan 5% hingga 10% lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Penurunan ini diperkirakan terjadi karena peningkatan kapasitas pesawat berbadan sempit dan pangsa pasar yang lebih besar untuk maskapai penerbangan murah.
Di sisi lain, tarif kelas bisnis dan kelas satu diproyeksikan tetap stabil atau meningkat sedikit sebesar 2% hingga 5%. Stabilitas ini diprediksi akan didukung oleh permintaan yang lebih kuat untuk perjalanan wisata premium dan kebangkitan kembali perjalanan bisnis.
Rico Merkert, seorang profesor manajemen transportasi dan rantai pasokan di Universitas Sydney, memperingatkan bahwa tekanan inflasi, seperti peningkatan biaya bandara dan tenaga kerja, akan membebani maskapai penerbangan. Biaya-biaya ini kemungkinan akan dibebankan kepada penumpang, yang mengakibatkan kenaikan harga tiket pesawat, kecuali jika harga bahan bakar jet tetap rendah.
Namun, ia menambahkan bahwa ekspansi berkelanjutan maskapai penerbangan murah dan pendatang baru di segmen berbiaya rendah akan membantu mempertahankan keterjangkauan perjalanan udara di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2026.
Faktor apa saja yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga tiket kelas bisnis?
Permintaan yang tinggi dan persyaratan regulasi untuk menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan adalah dua faktor yang dapat mendorong kenaikan harga tiket kelas bisnis.
Tren apa yang diperkirakan akan terjadi di segmen kelas ekonomi?
Tarif kelas ekonomi diproyeksikan akan menurun secara bertahap karena meningkatnya persaingan dari maskapai penerbangan murah dan peningkatan kapasitas pesawat berbadan sempit.
Bagaimana tekanan inflasi dapat memengaruhi harga tiket pesawat?
Tekanan inflasi seperti kenaikan biaya bandara dan tenaga kerja dapat menyebabkan kenaikan harga tiket pesawat, karena maskapai penerbangan kemungkinan akan membebankan biaya ini kepada penumpang.