
Pabrik Bir Carlsberg Malaysia Bhd telah mengumumkan pembayaran dividen tertingginya sebesar RM1 per saham untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2018 (FY18) menyusul kinerja yang luar biasa untuk tahun tersebut. Direktur pelaksana Lars Lehmann mengatakan bahwa ini setara dengan pembayaran 110.3% dari laba bersih grup pada FY18, sejalan dengan kebijakan dividennya untuk mengumumkan setidaknya 75% dari laba bersih kuartalan grup dan dividen khusus jika terjadi kelebihan kas setelah mempertimbangkan kebutuhan kas di masa mendatang.
Grup mengumumkan dividen interim kuartal keempat (Q4) sebesar 16.6 sen per saham. Grup juga mengusulkan dividen interim final sebesar 22.4 sen per saham ditambah dividen khusus sebesar 9.3 sen yang berarti 48.3 sen per saham.
Ditambah dengan dividen interim yang diumumkan selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 18 sejumlah 51.7 sen, total dividen untuk tahun fiskal 18 berjumlah RM1 per saham.
Laba bersih Carlsberg pada Q418 naik 34.9% menjadi RM67.45 juta dari RM50.01 juta setahun lalu berkat penjualan yang kuat di operasi Malaysia, laba yang lebih tinggi dari Carlsberg Singapore Pte Ltd serta kontribusi laba yang lebih tinggi dari Lion Brewery (Ceylon) PLC.
Pendapatan tumbuh 22.3% menjadi RM525.65 juta dibandingkan dengan RM429.94 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Untuk tahun fiskal 18, laba bersih grup melonjak 25.3% menjadi RM277.15 juta dari RM221.17 juta tahun lalu, sementara pendapatan tumbuh 12.1% menjadi RM1.98 miliar dari RM1.77 miliar.
Ke depannya, Carlsberg memperingatkan bahwa kenaikan harga bahan baku dan kemasan akan menyebabkan biaya meningkat 5%-10% jika tidak mampu mengurangi dampak tersebut. Namun, Lehmann menekankan bahwa grup tersebut tengah meningkatkan efisiensinya.
“Ada sedikit hambatan untuk kenaikan harga bahan baku seperti malt dan bahan kemasan seperti kaleng yang tidak khusus untuk Malaysia tetapi secara global. Ada panen yang buruk di Australia untuk jelai dan harganya sedang naik,” ujarnya dalam jumpa pers dan analis setelah mengumumkan hasil keuangan tahun fiskal 18 hari ini.
Ia menambahkan bahwa grup akan melanjutkan fokus dan pelaksanaannya pada tahun ketiga strategi SAIL'22 di Malaysia dan Singapura, sementara area pertumbuhan untuk FY19 adalah merek premiumnya seperti Connor's, Somersby, 1664 Blanc dan Asahi Super Dry.