11 Maret, 2026

Penelitian CBRE menghimbau pemilik tanah untuk terlibat

mall
Waktu Membaca: 3 menit

Ritel online dan offline di Asia Tenggara Asia diperkirakan akan bergabung lebih lanjut, menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh Penelitian CBRE Singapura.

Laporannya Ini Semua Tentang Pembuatan Tempat mendesak para pemilik tanah untuk memainkan peran mereka agar tetap terdepan dalam perubahan yang cepat eceran lanskap tempat konsumen beralih dengan mulus dari platform fisik ke digital.

CBRE Research memproyeksikan bahwa hampir 4 juta meter persegi stok ritel perkotaan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam akan rampung dalam tiga hingga lima tahun ke depan. CBRE mempelajari stok ritel di Bangkok, Hanoi, Kota Ho Chi Minh, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura.

"Beberapa pengembangan ritel di enam kota ini terpaksa ditutup karena tingkat kekosongan yang tinggi dan jumlah pengunjung yang sedikit karena gagal menarik konsumen dan mempertahankan penyewa," kata laporan tersebut. "Salah satu saran bagi pemilik adalah mengakuisisi platform eCommerce atau menyiapkan jaringan logistik untuk memberikan konsumen pengalaman omnichannel yang terintegrasi sepenuhnya."

Pusat perbelanjaan yang sudah mapan dengan platform daring yang menyediakan layanan “klik dan ambil” atau “dari toko ke pintu” memberikan konsumen rasa keandalan yang lebih tinggi dan juga memperoleh kepercayaan, kata laporan tersebut.

“Baik pengecer fisik maupun pengecer daring juga lebih cenderung memperluas jejak mereka di pusat perbelanjaan ini dalam upaya mereka untuk menerapkan strategi omnichannel.”

Gelombang perubahan

Menggabungkan saluran daring dan luring merupakan salah satu dari lima strategi yang direkomendasikan CBRE Research kepada tuan tanah saat ekonomi Asia Tenggara menghadapi perubahan struktural dalam menghadapi teknologi yang mengganggu.

Gelombang perubahan ini telah memengaruhi penjualan eceran di seluruh pasar, dengan CBRE Research menggunakan akronim PLACE…

Pembuatan tempat: Mengonseptualisasikan perkembangan belanja dengan mengutamakan pengalaman konsumen. Pengalaman sosial yang baik menciptakan asosiasi positif yang kuat pada konsumen dan lebih sulit ditiru di platform digital, kata perusahaan tersebut.

Memanfaatkan teknologi: Pemilik properti harus memanfaatkan penetrasi internet dan ponsel pintar yang tinggi di kalangan konsumen Asia Tenggara untuk meningkatkan pengalaman berbelanja offline. Teknologi dapat memberikan wawasan dan interaksi konsumen sekaligus membantu meningkatkan kunjungan dan penjualan.

Terlibat secara aktif: Membangun hubungan pribadi dengan konsumen sangat penting bagi pemilik properti untuk menonjol dari pesaing dan mendapatkan loyalitas. Keterlibatan penyewa, dan pemilik properti perlu menemukan cara untuk menunjukkan dukungan.

Menggabungkan saluran: Pemilik rumah dapat menghilangkan sekat antara online dan offline dengan membantu penyewa menerapkan strategi omnichannel melalui integrasi vertikal dan horizontal, seperti mengakuisisi platform eCommerce atau menyiapkan jaringan logistik untuk memenuhi kebutuhan pengiriman.

Melibatkan penyewa digital: Pemilik gedung sebaiknya berupaya menyewakan ruangannya kepada pengecer eCommerce yang sedang berkembang karena mereka kemungkinan lebih paham tentang pemasaran digital dan selaras dengan kebutuhan konsumen modern.

Kebutuhan baru

"Tanggung jawab untuk memastikan bahwa toko-toko di pusat perbelanjaan tetap menjadi titik kontak yang penting dan relevan bagi konsumen tidak seharusnya dibebankan hanya kepada pengecer," kata kepala CBRE Research Singapura/Asia Tenggara, Desmond Sim. "Peran pengelola aset, pemilik lahan, dan pusat perbelanjaan perlu berkembang untuk memenuhi kebutuhan baru para pengecer dan konsumen di tengah persaingan yang ketat.

“Tugas ini semakin mendesak karena pasar mengantisipasi lonjakan penggunaan internet di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia dan Vietnam, di mana penggunaan telepon seluler memiliki potensi peningkatan terbesar.”

Penjualan eceran berbasis toko akan tetap menjadi titik pembelian utama di kalangan konsumen Asia Tenggara dalam lima hingga 10 tahun ke depan dan menyumbang setidaknya 90 persen dari total nilai penjualan, kata CBRE Research. Namun, pemilik properti akan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menjadikan setiap kunjungan ke pusat perbelanjaan sebagai pengalaman yang berkesan.

Berkantor pusat di Los Angeles, CBRE Group adalah firma investasi dan layanan real estat komersial dengan lebih dari 400 kantor di seluruh dunia.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV