
Anker, perusahaan yang berkantor pusat di Seattle, AS, dan mengkhususkan diri dalam produk pengisian daya USB, telah membuka toko resmi di Jakarta, yang merupakan toko pertamanya di Asia Tenggara. Asia, dengan harapan dapat meraup keuntungan dari pasar Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan ini.
Kepala penjualan regional Anker untuk Asia Pasifik Romeo Luo mengatakan bahwa perusahaan telah menjual lebih dari 300 juta produk secara global tahun ini dan berharap dapat memperluas pengaruhnya di Indonesia, khususnya "dengan orang-orang yang peduli tentang kualitas dan keamanan, bukan hanya harga."
"Kami yakin produk kami dapat menjamin keamanan bagi pengguna ponsel pintar di Indonesia, terutama merek-merek kelas atas," katanya di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, pembukaan toko resmi di Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta jiwa, merupakan langkah awal merek tersebut sebelum merambah lebih jauh ke negara lain di Asia Tenggara.
"Saya tahu kecepatan pertumbuhan penjualan ponsel di sini. Jumlahnya sangat besar dan sebagian besar pengguna akan membutuhkan power bank saat terjebak kemacetan," katanya.
Ia mengaku yakin merek tersebut bisa laku di Indonesia, utamanya karena minimnya kompetitor sejenis yang hanya menjual produk power bank dan tren konsumen yang cenderung mengakses internet. media sosial, yang menghabiskan banyak daya.
Romeo menambahkan, hingga akhir tahun 2017, perusahaan yang didirikan pada tahun 2011 oleh para mantan karyawan raksasa mesin pencari Google ini, berharap dapat membuka 50 gerai baru yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.