Februari 13, 2026

Warga Tiongkok dan Korea Selatan lebih suka belanja online daripada berbelanja di toko

toko online asia
Waktu Membaca: 2 menit

Belanja online telah melampaui belanja konvensional eceran sebagai metode pembelian paling populer di beberapa pasar Asia.

Pengungkapan yang mengejutkan itu muncul dari laporan baru dari perusahaan real estate CBRE How We Like to Shop Online yang didasarkan pada tanggapan dari panel konsumen online. CBRE memperingatkan bahwa temuan tersebut menggambarkan perilaku yang muncul dari segmen pasar yang penting dan berkembang pesat ini, tetapi mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan perilaku konsumen di pasar dengan penetrasi online yang rendah.

Meski begitu, kesimpulannya tetap relevan bagi pengecer tradisional.

“Sementara 50 persen dari Asia Konsumen Pasifik masih secara fisik mengunjungi toko untuk melakukan pembelian, temuan menunjukkan bahwa di pasar berkembang seperti Tiongkok dan India, mayoritas responden – masing-masing 76 persen dan 68 persen – menggunakan belanja online sebagai metode pembelian yang paling umum digunakan,” kata CBRE dalam ikhtisar laporan tersebut.

“Hal ini juga berlaku di pasar yang lebih maju seperti Korea Selatan dan Taiwan, di mana masing-masing 73 persen dan 55 persen konsumen mengatakan bahwa metode utama mereka dalam melakukan pembelian adalah secara daring.”

"Untuk pasar negara berkembang, mengingat kurangnya ruang ritel berkualitas – terutama di kota-kota kelas bawah – kemajuan dalam teknologi dan jaringan logistik berarti bahwa ritel daring sering kali menjadi cara paling efisien bagi pengecer untuk menjangkau pelanggan mereka," kata Jonathan Hsu, kepala penelitian pasar penghuni, CBRE Asia Pasifik.

Selain kemudahan, harga juga menjadi salah satu alasan utama konsumen berbelanja daring – 63 persen dari total responden yang disurvei mengidentifikasi hal ini sebagai faktor penentu utama mereka. Hal ini sesuai dengan faktor penentu yang sama saat berbelanja di toko fisik.

"Dengan 56 persen konsumen Asia Pasifik menggunakan komputer desktop atau laptop untuk memeriksa harga produk secara daring, transparansi harga merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan oleh para pengecer," kata Joel Stephen, direktur senior, kepala representasi pengecer, CBRE Asia.

“Kami menyarankan pengecer meninjau kembali strategi penetapan harga regional mereka, khususnya di Tiongkok dan Korea Selatan, di mana lebih dari dua pertiga konsumen menganggap harga yang lebih rendah dan penawaran yang lebih baik sebagai alasan utama di balik keputusan mereka untuk berbelanja daring. Di Asia Pasifik, merek asing, khususnya barang mewah, sering kali lebih mahal daripada kawasan lain karena bea masuk, nilai tukar, dan model waralaba yang memengaruhi harga. Hal ini dapat mendorong konsumen untuk mempertimbangkan saluran penjualan alternatif, seperti pasar daring luar negeri, untuk mencari penawaran yang lebih baik,” kata Stephen.

Kemampuan untuk membandingkan produk tanpa harus mengunjungi toko secara langsung merupakan faktor kunci lain bagi konsumen di kawasan ini saat berbelanja daring. Tren ini lebih menonjol di pasar berkembang seperti Vietnam (64 persen), Tiongkok (61 persen), dan India (58 persen) di mana pusat perbelanjaan atau toko berkualitas sering kali terletak berjauhan satu sama lain.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV