
Merek-merek mewah Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen telah menjadi korban serangan siber, yang berpotensi mencuri data pribadi jutaan pelanggan. Serangan tersebut menargetkan Kering, perusahaan Prancis yang menaungi merek-merek bergengsi tersebut.
Kering mengakui dan mengonfirmasi pelanggaran tersebut, tetapi tidak secara terbuka menyebutkan merek-merek yang terdampak. Dalam pernyataan yang dibuat pada bulan Juni, mereka melaporkan bahwa "pihak ketiga yang tidak berwenang sempat mendapatkan akses ke sistem kami dan mengakses data pelanggan terbatas dari beberapa Rumah kami".
Kejadian ini bukanlah sebuah kejadian yang berdiri sendiri, namun tampaknya merupakan bagian dari tren yang lebih luas yang berdampak pada merek-merek mewah dan pengecer sepanjang tahun. Merek lain yang mengalami pelanggaran serupa termasuk Cartier, milik Richemont, dan label di bawah LVMH. Pada bulan Juli, kebocoran data yang memengaruhi sekitar 419,000 pelanggan di Louis Vuitton milik LVMH sedang diselidiki oleh pengawas privasi Hong Kong.
Data pelanggan yang dicuri dilaporkan mencakup nama, alamat email, nomor telepon, alamat, dan total pengeluaran di toko-toko merek tersebut. Khususnya, Kering telah memastikan bahwa tidak ada informasi keuangan, seperti kartu kredit atau bank nomor rekening, dicuri selama serangan itu.
Para peretas, yang menyebut diri mereka sebagai “Shiny Hunters,” menduga memiliki data yang terkait dengan 7.4 juta alamat email unik.
Menanggapi pelanggaran tersebut, Kering menyatakan bahwa merek-mereknya segera melaporkan insiden tersebut kepada otoritas terkait dan memberi tahu pelanggan sesuai dengan peraturan setempat. Namun, Kering tidak memberikan tanggapan ketika ditanya tentang negara-negara yang terdampak serangan siber tersebut.
Merek apa saja yang terpengaruh oleh serangan siber?
Merek yang terkena dampak termasuk label mewah Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen, yang semuanya dimiliki oleh perusahaan induk Prancis Kering.
Informasi pelanggan seperti apa yang dicuri selama pelanggaran tersebut?
Data klien yang dicuri kabarnya mencakup nama, alamat email, nomor telepon, alamat, dan total pengeluaran di toko-toko merek tersebut. Namun, tidak ada informasi keuangan seperti nomor kartu kredit atau rekening bank yang dicuri.
Bagaimana Kering menanggapi serangan cyber?
Kering melaporkan bahwa merek-mereknya segera melaporkan pelanggaran tersebut kepada otoritas terkait dan memberi tahu pelanggan sesuai peraturan setempat. Namun, mereka tidak berkomentar mengenai negara-negara mana saja yang terdampak serangan tersebut.