
Menyusul keluhan anak-anak yang jatuh sakit, penyidik telah menggerebek kantor McDonald's di Seoul Korea.
Diduga para remaja tersebut memakan roti hamburger yang kurang matang, demikian laporan Yonhap Berita Agen.
Kantor kejaksaan distrik pusat Seoul telah menyita dokumen dan barang bukti dari McDonald's serta kantor pemasok bahan.
"Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius," kata juru bicara McDonald's Karen Kim. "McDonald's Korea terus bekerja sama sepenuhnya dengan semua otoritas terkait."
Seorang konsumen mengajukan keluhan terhadap raksasa makanan cepat saji AS tersebut pada bulan Juli dengan mengatakan bahwa putrinya yang berusia empat tahun telah didiagnosis dengan sindrom uremik hemolitik (kerusakan ginjal), yang sering disebut sebagai "penyakit hamburger", setelah dia memakan hamburger McDonald's tahun lalu.
Keluhan juga diajukan oleh orangtua empat anak lainnya yang sakit setelah makan burger McDonald's.
Pada bulan Agustus, pelanggan gerai McDonald's di kota Jeonju, Korea Selatan, melaporkan sakit perut dan demam tinggi setelah makan burger bulgogi. Jaringan restoran itu menghentikan sementara penjualan produk tersebut.
Pembicaraan untuk menjual bisnis McDonald's di Korea Selatan kepada perusahaan lokal KG Chemical Corporation gagal tahun lalu karena apa yang disebut KG sebagai "perbedaan pendapat yang besar".