19 April, 2026

Indeks keyakinan konsumen menunjukkan penurunan pada bulan Mei

Waktu Membaca: 2 menit

Indeks keyakinan pembeli (CCI) merosot 1.29 faktor menjadi 91.64 pada bulan Mei, sedangkan subindeks keyakinan pendanaan saham mengalami penurunan paling signifikan, sebesar 9.6 faktor, berdasarkan laporan yang dirilis oleh National Central College (中央大學, NCU) kemarin.

Dachrahn Wu (吳大任), direktur Pusat Analisis NCU untuk Pengembangan Ekonomi Taiwan, menyatakan minat terhadap pendanaan saham anjlok sebagian besar karena pemerintah menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB tahun ini minggu lalu, dan uang tunai di pasar saham lokal telah mengalir ke pasar saham Tiongkok yang tengah berkembang pesat.

Indeks keyakinan pendanaan inventaris tercatat pada 100.1 faktor.

Bulan lalu, keyakinan pendanaan saham naik paling tinggi di antara keenam subindeks, tumbuh 9 poin hingga mencapai titik tertinggi sepanjang masa 109.70.

Survei bulan lalu dilakukan ketika indeks persediaan mendekati angka 10,000, dan ketika Beijing mengusulkan platform penghubung persediaan antara Taiwan dan TiongkokProspek tersebut mendorong peningkatan modal luar negeri dan mendorong kepercayaan investor.

Skor Sub-indeks yang Berbeda

Di bawah skala 200 poin CCI, indeks yang berada dalam zona level Nol-100 menunjukkan keyakinan pembeli yang pesimis sedangkan angka antara 100 dan 200 menandakan optimisme.

Mengenai indeks yang berbeda, CCI untuk rentang nilai dan keluarga keuangan naik masing-masing menjadi 55.85 poin dan 87.65 poin. Indeks pasar kerja tetap stabil di level 114.9.

CCI untuk sistem keuangan rumah dan pembelian barang kokoh — terutama pembelian properti riil — turun masing-masing menjadi 86.65 poin dan 104.7 poin.

Penemuan JP Morgan yang Bertentangan

Meskipun pasar inventaris asli mungkin berkinerja buruk, pembeli tetap optimis mengenai sistem keuangan dunia, berdasarkan laporan yang diluncurkan oleh JP Morgan baru-baru ini.

Sesuai dengan laporan JP Morgan, indeks kepercayaan investor mencapai 106 dalam kuartal kedua, naik untuk kuartal kedua berturut-turut dan mencapai tingkat terbaik dalam tiga tahun.

Meskipun pembeli biasanya tidak yakin mengenai sistem keuangan asli, mereka menunjukkan optimisme yang besar atas sistem keuangan global, meyakini hal itu akan menghasilkan pertumbuhan kekayaan dalam waktu dekat, survei menemukan.

Jerry Chu (邱亮士), seorang pejabat eksekutif dari JP Morgan Asset Administration, menyatakan ketidakpastian terkait kapan Fed AS akan menaikkan suku bunga tentu dianggap positif oleh investor.

Berbagai dampak positif, menurut Chu, meliputi profitabilitas yang lebih besar bagi korporasi di Jepang dan Eropa; kebijakan ekonomi longgar di Tiongkok yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam rentang upah yang lebih tinggi dan konsumsi yang lebih baik.

Pasar saham utama di dunia telah meningkat dalam tiga bulan terakhir. Pasar Tiongkok melonjak hampir 40%, sedangkan pasar Jepang dan Eropa melonjak sekitar 10%. Pasar di Taiwan dan AS tumbuh relatif rendah, yakni 5%.

Pasar inventaris Taiwan mencapai rekor baru bulan lalu, dan pencabutan saat ini dianggap oleh Chu sebagai penyesuaian tradisional.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV