
Raksasa ritel fesyen Australia, Cotton On Group, telah mengumumkan penutupan divisi regionalnya, Cotton On Asia. Keputusan ini diambil setelah resolusi yang disahkan oleh para pemegang saham yang menyetujui pembubaran bisnis dan penunjukan likuidator.
Meskipun anak perusahaan regional ini ditutup, Cotton On Group tidak berniat menarik diri dari pasar Asia. Kantor pusat Cotton On Australia telah mengklarifikasi bahwa entitas yang dilikuidasi tersebut tidak bertanggung jawab atas pengoperasian toko atau perekrutan karyawan.
“Kami tidak berencana untuk keluar dari kawasan Asia,” Seorang perwakilan perusahaan menyatakan.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa Cotton On Asia adalah perusahaan induk yang tidak aktif dan keberadaannya tidak lagi diperlukan. Penutupan ini tidak akan memengaruhi pelanggan, anggota tim, toko, pemasok, atau operasional di wilayah Asia dengan cara apa pun.
Dokumen resmi dari Lembaran Negara mengungkapkan bahwa entitas yang berbasis di Singapura tersebut telah memasuki likuidasi sukarela kreditur. Tindakan ini merupakan hasil dari rapat umum luar biasa di mana para anggota mengesahkan resolusi khusus berdasarkan Undang-Undang Kepailitan, Restrukturisasi, dan Pembubaran 2018.
Langkah ini dilaporkan sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas terhadap struktur korporasi grup di Asia. Meskipun detailnya belum ditentukan, secara umum diyakini bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk merampingkan struktur hukum dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai pasar.
Cotton On pertama kali didirikan di Singapura pada tahun 2007 dan selama bertahun-tahun telah memperluas portofolio mereknya. Grup ini sekarang mencakup berbagai merek seperti Cotton On, Cotton On Body, Cotton On Kids, Typo, dan Rubi.
Perusahaan ini didirikan oleh Nigel Austin, yang hingga kini masih memegang kendali atas operasional bisnisnya.
Apa alasan di balik penutupan divisi regional Cotton On Group, Cotton On Asia?
Penutupan ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang lebih luas dari struktur korporasi grup di Asia, yang bertujuan untuk merampingkan struktur hukum dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai pasar.
Apakah penutupan Cotton On Asia akan memengaruhi operasional perusahaan di wilayah tersebut?
Tidak, perusahaan telah memperjelas bahwa penutupan divisi ini tidak akan berdampak pada pelanggan, anggota tim, toko, pemasok, atau operasional di wilayah Asia.
Siapa yang mendirikan Cotton On Group, dan siapa yang saat ini mengawasi operasionalnya?
Cotton On Group didirikan oleh Nigel Austin, yang hingga kini masih mengendalikan operasional bisnisnya.