
Crowdo masuk Indonesia pasar
Portal crowdfunding lokal Crowdo telah berekspansi ke Indonesia untuk menawarkan pinjaman peer-to-peer kepada bisnis-bisnis di sana.
Crowdo akan menggunakan platformnya untuk mencocokkan investor Indonesia dengan perusahaan di sana yang membutuhkan pinjaman untuk modal kerja.
Peminjam membayar kembali jumlah pokok beserta bunga.
Karena Crowdo hanya akan menawarkan pinjaman yang dijaminkan, bunga yang dibayarkan peminjam diperkirakan akan lebih rendah.
Dalam uji coba selama beberapa bulan terakhir, 200 perusahaan berhasil didanai dan tidak mencatat gagal bayar, kata pernyataan dari Crowdo.
Situs ini akan dipublikasikan akhir tahun ini.
Crowdo mengundang investor terpilih yang mencari hasil lebih tinggi dengan peluang investasi baru untuk berpartisipasi dalam kesepakatan ini.
Co-founder Leo Shimada mengatakan: “Klien kami memiliki bisnis yang kuat dengan kemampuan pembayaran yang baik tetapi tidak dapat mengakses sistem pembiayaan tradisional karena kurangnya hubungan yang ada dengan keuangan institusi.”
Pasar ini bernilai miliaran dolar, katanya, karena perusahaan kecil dan menengah di Indonesia kurang terlayani oleh bank. Bulan lalu, Crowdo mendapat lisensi dari otoritas Malaysia untuk menjalankan platform crowdfunding berbasis ekuitas di sana.
Dengan ekspansinya ke kedua negara ini, Crowdo, sebelumnya dikenal sebagai Crowdonomic, menjadi operator crowdfunding Asia Tenggara pertama yang menawarkan crowdfunding berbasis utang dan ekuitas.