Februari 9, 2026

DBS Indonesia optimis, targetkan pertumbuhan kredit lebih tinggi di tahun 2016

Foto DBS 5
Waktu Membaca: 2 menit

Pemberi pinjaman swasta Bank DBS Indonesia, bagian dari DBS Group Holdings Singapura, mengharapkan pertumbuhan pinjaman yang lebih tinggi tahun ini dibandingkan dengan 2015 karena memprediksi adanya perbaikan dalam perekonomian negara tersebut.

Presiden Direktur DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan, bank memproyeksikan kreditnya tumbuh 12 persen pada 2016, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya 10 persen.

Berdasarkan laporan keuangannya, bank tersebut membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 43.4 triliun (US$3.11 miliar) hingga September, tumbuh 9.87 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 39.5 triliun pada periode yang sama tahun 2015.

"Kami lebih optimistis tahun ini karena pemerintah tengah menggelar lelang dan pengadaan awal untuk belanja proyek infrastruktur. Akselerasi tersebut akan membantu pertumbuhan ekonomi negara," kata Paulus seusai acara pada Rabu.

Paulus mengatakan percepatan belanja pemerintah akan mendorong sektor riil, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan pinjaman perbankan, seraya menambahkan bahwa “pertumbuhan kami akan bergantung pada kinerja klien kami”.

Mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia, bank akan fokus pada sektor-sektor yang terkait dengan segmen massa seperti ritel dan barang konsumsi serta beberapa jenis industri manufaktur dan pendukung infrastruktur.

“Kami masih akan fokus pada beberapa komoditas, seperti minyak sawit, serta industri otomotif, kimia, dan farmasi,” katanya.

Paulus mengatakan, bank juga berencana memperbesar segmen konsumen dan ritel. perbankan serta portofolio usaha kecil dan menengah (UKM) karena masih bergantung pada segmen korporasi.

"Perbankan korporat kini dominan karena bisnis ritel kami masih di bawah 20 persen dari total pinjaman kami. Kami berharap dapat membagi portofolio perbankan konsumen dan ritel, UKM, dan korporat kami secara merata masing-masing sepertiga, mungkin dalam lima hingga tujuh tahun ke depan," katanya.

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5.3 persen pada 2016. Pertumbuhan PDB nasional pada Juli hingga September tercatat 4.73 persen, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 4.67 sebesar 4.72 persen dan triwulan I XNUMX sebesar XNUMX persen.

Kendati optimistis, Paulus mengatakan bank akan tetap mewaspadai berbagai tantangan ekonomi global yang masih ada, seperti penurunan harga komoditas dan volatilitas mata uang, karena akan berdampak kepada Indonesia.

Tantangan ekonomi global dan domestik turut memengaruhi pendapatan DBS Indonesia yang membukukan kerugian Rp 178.9 miliar hingga September 2015, dibandingkan laba bersih Rp 366 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laporan keuangan bank yang belum diaudit pada November menunjukkan bahwa bank tersebut sudah mulai membukukan laba bersih Rp 23.79 miliar.

Paulus mengatakan bank juga akan berinvestasi dalam perbankan internet, yang penting untuk mendukung portofolio konsumen yang lebih besar di masa mendatang, terutama dalam pendapatan berbasis biaya.

Sebagai bagian dari upayanya untuk menumbuhkan pendapatan berbasis biaya, bank telah meningkatkan kemitraan yang ada dengan perusahaan asuransi jiwa Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, bagian dari Manulife Financial Kanada, melalui peluncuran produk unit-linked premi tunggal baru MiWealth Protection.

Produk baru ini dirancang bagi nasabah DBS yang ingin mengembangkan kekayaan mereka agar aman secara finansial dan menikmati hidup di masa pensiun. Direktur Grup Perbankan Konsumen DBS Indonesia Wawan Salum mengatakan bank mengharapkan pertumbuhan 20 persen dalam jumlah nasabah manajemen kekayaan tahun ini.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV