
Penerbangan langsung antara India dan Indonesia kemungkinan akan dimulai tahun ini untuk memfasilitasi pariwisata, kata duta besar Indonesia Rizali W. Indrakesuma pada hari Rabu. "Pemerintah India telah memberikan izin; tinggal bagaimana Indonesia menanggapinya. Kami berharap penerbangan langsung antara kedua negara dimulai tahun ini atau paling lambat tahun depan," kata Indrakesuma. Penerbangan pertama yang direncanakan kedua pemerintah untuk diluncurkan pada awalnya adalah antara Delhi dan Jakarta serta Mumbai dan Bali. Garuda Indonesia dan Air India akan mengoperasikan penerbangan antara kedua negara.
Duta besar mengatakan kesepakatan mengenai masalah ini dapat diselesaikan pada bulan Maret ketika menteri perhubungan Indonesia akan berpartisipasi dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh kementerian penerbangan sipil di India. "Ini adalah kesempatan bagi menteri kami untuk terlibat dengan menteri penerbangan sipil India (Ashok Gajapathi Raju Pusapati) di sebuah acara yang diselenggarakan di Hyderabad pada bulan Maret," kata duta besar. "Konsulat jenderal Indonesia di Mumbai akan mendorong kementerian pariwisata untuk membuka penerbangan langsung untuk pertama kalinya antara Delhi dan Jakarta dan Mumbai dan Bali.
Tahun lalu, 262,000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia; kami perkirakan angkanya akan naik menjadi 350,000 tahun ini. Pertama-tama akan ada kerja sama antarpemerintah dan kemudian bisa melibatkan maskapai swasta,” kata Taufik Nurhidayat, Deputi Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. india menarik jumlah wisatawan terbanyak dari Singapura, diikuti oleh Malaysia, Australia, China, Jepang, Korea, dan India.