Februari 12, 2026

Raksasa online domestik akan menyalip pesaing multinasional sebagai pengecer favorit di Tiongkok

CFP428941594 171953 salinan1
Waktu Membaca: 2 menit

Riset konsumen baru menunjukkan bahwa pembelian online domestik pengecer menjadi sepopuler merek multinasional di kalangan pembeli di Tiongkok. Merek e-dagang seperti TMall (Alibaba Group) dan JD.com (yang diinvestasikan oleh Tencent) kini menjadi bisnis yang semakin tepercaya, menawarkan lebih dari sekadar harga murah dan kemudahan. Dengan kecepatannya saat ini, salah satu dari mereka kemungkinan akan menempati posisi teratas dalam dua tahun ke depan, menurut OC&C Strategy Consultants Greater China.

Meskipun merek pakaian olahraga, Adidas dan Nike, sekali lagi menduduki peringkat teratas terbaru dalam Second Mover Advantage – The OC&C Retail Proposition Index China 2014 (Indeks), Tmall kini muncul di tiga besar untuk pertama kalinya. Secara total, empat dari sepuluh tempat teratas kini ditempati oleh pengecer daring Tiongkok – TMall, JD.com, YHD.com, dan Taobao. Peringkat tersebut didasarkan pada pandangan lebih dari 2,000 konsumen di seluruh Tiongkok yang menilai pengecer berdasarkan kriteria termasuk, kepercayaan, nilai uang, dan kesesuaian produk.

Meningkatnya popularitas pengecer eCommerce berarti bahwa lanskap ritel China mulai menjadi lebih seperti pasar global lainnya di mana pemain umum yang hanya bertransaksi daring seperti Amazon, cenderung dominan.

"Karena eksekusi ritel dan ekspektasi konsumen semakin mencerminkan apa yang kita lihat di pasar Barat, mungkin hanya masalah waktu sebelum pemain daring murni menjadi merek ritel paling populer di Tiongkok," kata Jack Chuang, Associate Partner di OC&C Strategy Consultants Greater China. "Konsumen Tiongkok menjadi lebih percaya diri dan mandiri dalam kebiasaan berbelanja mereka dan memiliki lebih banyak pilihan di antara merek ritel, khususnya daring."

"Ini berarti bahwa peritel asing kehilangan keunggulan inheren mereka atas rekan-rekan mereka dari Tiongkok sebagai merek pilihan yang tepercaya dan terkemuka di kalangan pembeli. Era mengandalkan kekuatan merek mereka dan kepercayaan tersiratnya akan segera berakhir. Peritel perlu merespons dengan menyesuaikan produk mereka secara khusus dengan target pasar lokal." tambahnya.

Pertumbuhan e-dagang di Tiongkok akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan. Bukti dari Indeks menyoroti bahwa tantangan utama bagi pengecer konvensional adalah mengembangkan penawaran multisaluran yang menarik (online maupun offline) bagi konsumen. Beberapa pengecer di pasar barat mulai melawan persaingan dari pengecer yang hanya menyediakan layanan online dan, dalam jangka panjang, hal ini kemungkinan juga akan menjadi ciri khas pasar Tiongkok.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV