12 April, 2026

Akhir Sebuah Era: T2 Tea Menutup Toko-Toko Terakhir di Singapura, Menandai Penarikan Diri dari Pasar

Teh T2
Waktu Membaca: 2 menit

T2 Tea telah mengumumkan akan menutup tiga toko yang tersisa di Singapura, mengakhiri kehadirannya selama sembilan tahun di pasar tersebut. Penutupan yang akan berlangsung antara 20 hingga 25 Maret ini meliputi gerai yang berlokasi di VivoCity, 313@Somerset, dan Suntec City. Perusahaan telah menawarkan diskon besar hingga 70% sebagai bagian dari penjualan penutupan, detailnya telah dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial.

Didirikan pada tahun 1996, T2 Tea, yang awalnya berbasis di Melbourne, dibeli oleh Unilever pada tahun 2013 dengan nilai sekitar $60 juta. Pada tahun 2022, perusahaan tersebut mengalami perubahan kepemilikan lagi ketika Unilever menjual divisi tehnya kepada perusahaan ekuitas swasta, CVC Capital Partners. Divisi tersebut kemudian berganti nama menjadi Lipton Teas and Infusions.

T2 menghadapi perubahan signifikan pada tahun 2023, tak lama setelah kesepakatan dengan CVC Capital Partners. Perusahaan memutuskan untuk menutup operasinya di Inggris dan AS untuk memfokuskan upayanya pada pasar di Australia, Selandia Baru, dan Singapura. Langkah ini merupakan respons terhadap "perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

T2 Tea memiliki jejak yang cukup besar di Asia, dengan eceran kemitraan di Filipina dan platform e-commerce unggulan di Tiongkok Daratan. Leaf Beverages, pengecer resminya di Filipina, beroperasi dari kios dan pusat perbelanjaan. Sementara itu, perusahaan terutama menggunakan platform Tmall Global Flagship untuk mendistribusikan produknya di Tiongkok.

Berbagai laporan berita lokal telah meliput kisah kepergian merek tersebut dari wilayah ini. Seorang juru bicara perusahaan menginformasikan kepada sebuah media berita populer bahwa toko-toko tersebut akan ditutup "untuk waktu yang tidak ditentukan". Namun, juru bicara tersebut juga mencatat bahwa merek tersebut akan terbuka untuk menilai peluang potensial untuk kembali ke pasar Singapura di masa mendatang. T2 Tea telah dihubungi untuk memberikan komentar tambahan mengenai penutupan tersebut.

pertanyaan

Mengapa T2 Tea menutup gerai-gerainya di Singapura?
Keputusan untuk menutup gerai-gerai tersebut merupakan bagian dari pergeseran strategis perusahaan, meskipun alasan spesifik di balik keluarnya mereka dari pasar Singapura belum diungkapkan.

Apa saja perubahan besar yang dialami T2 Tea?
Pada tahun 2023, T2 Tea memutuskan untuk menutup operasinya di Inggris dan AS untuk berkonsentrasi pada pasar di Australia, Selandia Baru, dan Singapura. Langkah ini sebagai respons terhadap "perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang dihadapi perusahaan.

Mungkinkah T2 Tea kembali memasuki pasar Singapura di masa mendatang?
Meskipun toko-toko tersebut tutup "untuk waktu yang tidak ditentukan", juru bicara perusahaan menyatakan bahwa perusahaan akan terbuka untuk mengevaluasi peluang potensial untuk kembali ke Singapura di masa mendatang.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV