
Equinix, perusahaan interkoneksi dan pusat data global, telah mengumumkan perluasan pusat datanya di Jakarta, yang dikenal sebagai JK1, melalui kemitraannya dengan DCI Indonesia (DCI).
Ditambah dengan aliansinya dengan DCI dan koneksi premium dengan Indonesian Internet Exchange (IIX), fase kedua pengembangan di JK1 merupakan indikator komitmen berkelanjutan Equinix terhadap kawasan tersebut, di mana permintaan pasar dari sektor cloud dan keuangan untuk layanan pusat data kelas dunia sedang berkembang pesat.
“Kemitraan kami dengan Equinix telah membantu mempercepat perluasan JK1 dan telah memperkuat komitmen kami untuk mendatangkan lebih banyak operator guna lebih memperkaya kepadatan jaringan. Kami akan bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk koneksi peering langsung ke IIX,” kata Marina Budiman, CEO, DCI Indonesia.
“Hal ini akan memberikan lebih banyak peluang bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi atau membangun bisnis di Indonesia untuk saling terhubung dengan penyedia layanan lain guna membantu mengembangkan bisnis mereka,” imbuh Budiman.
Tahap kedua JK1 akan menambah sekitar 400 kabinet ke pusat data, menggandakan kapasitas yang tersedia menjadi total ukuran bersih 800 kabinet. Perluasan ini dijadwalkan akan selesai pada akhir Februari 2016.
Melalui kolaborasi DCI dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), JK1 memungkinkan koneksi peering langsung ke IIX. Perusahaan juga dapat mengakses pusat data International Business Exchange (IBX) Equinix yang saling terhubung di seluruh pasar global yang strategis melalui penyedia jaringan utama yang ada.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan DCI Indonesia untuk menghadirkan peering langsung ke Indonesia Internet Exchange (IIX) yang dikelola APJII di pusat data DCI,” kata Jamalul Izza, Presiden & Ketua – APJII.
“Hal ini sejalan dengan visi dan misi kami yaitu turut berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan tata kelola Internet Indonesia guna meningkatkan potensi sumber daya manusia di bidang teknologi internet dan salah satu program APJII dalam meningkatkan trafik lokal,” imbuh Izza.
JK1 terletak di Cibitung, sekitar 30 km dari Sudirman Central Business District (SCBD), menawarkan rangkaian lengkap layanan kolokasi, interkoneksi, dan dukungan premium.
Fasilitas netral-operator akan membawa lebih banyak operator ke pusat data untuk memperkaya kepadatan jaringan dengan bermitra dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk menyediakan lebih banyak opsi untuk koneksi peering langsung ke IIX.
Tahap kedua JK1 akan memperluas Platform Equinix untuk memenuhi peningkatan permintaan layanan interkoneksi premium dan pusat data di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.
Perluasan ini akan memberikan pelanggan yang sudah ada kapasitas tambahan untuk melakukan penskalaan dengan mudah saat dibutuhkan, memastikan kinerja tinggi, keandalan jaringan, redundansi, dan latensi rendah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan yang stabil dari platform interkoneksi global terkemuka milik perusahaan, di mana Equinix telah menginvestasikan lebih dari $7.5 miliar selama 17 tahun terakhir.
“Ekspansi tahap kedua JK1 tidak hanya memenuhi permintaan berkelanjutan dari pelanggan layanan keuangan kami. Akses ke IIX akan menyediakan konektivitas yang lebih besar bagi pelanggan, terutama penyedia cloud dan konten, yang akan mendapatkan keuntungan dari interkoneksi ke penyedia jaringan lainnya,” kata Clement Goh, Managing Director – Equinix South Asia.