
Menurut Zulkifli Mustafa, dosen senior Universiti Sains Malaysia (USM), hingga 90% madu yang tersedia di Malaysia tidak asli.
“Tantangan terbesar industri madu saat ini adalah kehadiran madu buatan yang mencapai 90% di pasaran,” kata pakar madu Mustafa.
Produk palsu tersebut termasuk madu lebah tanpa sengat. Penelitian Mustafa menekankan nilai gizi madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat, dengan memperhatikan potensi manfaat kesehatannya. Lebah jenis ini menggunakan gigitan sebagai alat pertahanan diri, bukan menyengat.
Menyusul pengungkapan ini, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup telah mengumumkan rencana untuk menyelidiki dugaan bahwa sebagian besar produk madu yang dijual di negara ini adalah palsu.
Datuk Armizan Mohd Ali, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, telah mengarahkan divisi penegakan hukum di kementerian untuk memeriksa klaim ini secara menyeluruh.
Kredensial mikro berita muncul di tengah konteks yang lebih luas mengenai kekhawatiran pemalsuan makanan. Studi terbaru Komisi Eropa menemukan bahwa hampir setengah dari madu Sampel yang diuji diduga telah dicampur dengan sirup gula murah, seperti yang dilaporkan oleh Penjaga pada bulan Maret 2023.