13 Maret, 2026

Facebook Shops memungkinkan pengecer untuk menjual langsung ke konsumen

Kata sandi Facebook
Waktu Membaca: 2 menit

Perdagangan sosial akan menjadi jauh lebih sosial, dengan Facebook mengumumkan peluncuran pasar bisnis-ke-konsumen yang menawarkan Facebook Shops.

Platform baru ini mulai diluncurkan di Selandia Baru kemarin dan akan diluncurkan secara bertahap di pasar internasional selama beberapa bulan mendatang.

Toko-toko akan memanfaatkan ekosistem milik bersama Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk memudahkan pelanggan menemukan produk yang mereka inginkan, di mana pun mereka berada, dan dapat menghubungi penjual jika mereka memerlukan informasi lebih lanjut.

Bisnis akan dapat membuat etalase yang sebagian dapat disesuaikan dalam Facebook, yang dapat diakses melalui Facebook, Instagram, atau melalui cerita atau iklan.

Di AS, pelanggan akan dapat melakukan pembayaran langsung melalui Facebook – meskipun fitur ini belum tersedia Australia dan Selandia Baru.

"Selama tiga bulan terakhir, bisnis dari semua ukuran terpaksa mengubah model bisnis mereka dan beradaptasi dengan penjualan daring," kata Direktur Utama Facebook Australia dan Selandia Baru Will Easton.

“Kami telah mempercepat pengembangan produk baru, memberikan cara yang lebih baik bagi para pelaku bisnis untuk terhubung dengan konsumen, dan membantu para pelaku bisnis yang tidak memiliki kehadiran daring untuk meningkatkan penjualan daring.”

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Toko akan gratis diakses oleh para pelaku bisnis.

"Model bisnis kami di sini adalah iklan, jadi daripada mengenakan biaya kepada bisnis untuk Toko, kami tahu bahwa Toko berharga bagi bisnis. Mereka – secara umum – akan menawar lebih tinggi untuk iklan dan kami akhirnya akan menghasilkan uang dengan cara itu."

Dan akhir tahun ini bisnis tersebut akan memperluas Toko ke fitur streaming langsungnya, di mana suatu bisnis dapat menandai produk yang akan dipajang sebelum memulai streaming agar dapat dibeli saat ditayangkan.

Facebook saat ini tengah bekerja sama dengan sejumlah mitra e-dagang seperti Shopify, BigCommerce, dan WooCommerce guna memudahkan para pebisnis dalam menyiapkan dan menjalankan Facebook Shop mereka.

Toko adalah dorongan terbaru oleh media sosial raksasa dalam dunia perdagangan, membangun kekuatan penawaran Marketplace antar-pelanggan.

Dan menurut perusahaan industri UBS, dorongan terhadap belanja daring akan menjadi semakin penting bagi bisnis di dunia pasca-Covid-19.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV