
Karena undang-undang hak cipta yang lebih ketat dan undang-undang untuk melindungi kekayaan intelektual di AS, menemukan Apple palsu eceran toko hampir tidak mungkin. Namun di Tiongkok, toko-toko seperti itu dulu marak beberapa tahun lalu di mana tidak hanya toko-tokonya terlihat seperti Apple Store resmi, tetapi karyawannya juga diberi seragam yang serupa.
Bahkan pernah ada cerita tentang seorang karyawan yang tidak tahu bahwa dirinya bekerja di Apple Store palsu. Meski begitu, sebuah laporan dari Reuters baru-baru ini mencatat bahwa jumlah Apple Store palsu di China dikatakan menurun. Beberapa orang mengklaim bahwa hal ini terjadi karena minat terhadap produk Apple di China sedang menurun, sementara yang lain berspekulasi bahwa Apple mungkin bekerja sama dengan pemerintah untuk lebih menekan toko-toko ini.

Kemungkinan ketiga adalah bahwa dengan Apple memperluas kehadiran ritel resmi mereka di negara tersebut, penduduk China mulai menyadari keberadaan toko-toko palsu ini, yang menyebabkan penurunan jumlah toko-toko palsu tersebut. Pilihan ketiga mungkin yang paling mungkin, terutama karena Apple akan membuka toko ke-33 di negara tersebut minggu ini, dengan rencana untuk memperluas ke 40 lokasi pada pertengahan tahun.
Sementara itu beberapa toko palsu tersebut telah digantikan oleh toko ponsel pintar biasa yang menjual merek lokal seperti Xiaomi, Huawei, Meizu, OPPO, dan lain-lain.