
Bantuan keuangan seperti pinjaman dengan persyaratan yang lebih mudah kepada Grup AirAsia sangat penting dalam membantu maskapai berbiaya rendah yang sedang berjuang untuk bangkit kembali karena pemulihannya akan membawa efek limpahan yang besar ke masyarakat yang lebih luas. ekonomi.
Ketua AirAsia X Tan Sri Rafidah Aziz dilaporkan mengatakan persyaratan pinjaman yang lebih mudah tidak hanya akan menyediakan dana operasional bagi maskapai tetapi juga menciptakan efek pengganda yang tinggi dalam meningkatkan dan menghidupkan kembali perekonomian negara.
Dia dikutip oleh Utusan Online mengatakan AirAsia sedang bernegosiasi untuk bank pinjaman dengan suku bunga rendah dan jangka waktu lebih panjang.
“Kita punya efek berganda dari sektor penerbangan yang nilainya 12 kali lipat, setiap RM1 yang kita hasilkan, maka RM12 lagi diberikan ke sektor-sektor (ekonomi) seperti hotel, resor, dan restoran,” kata Rafidah seperti dikutip dalam laporan itu.
Ia mengatakan negara-negara memahami, ketika industri penerbangan dibuka, maka pebisnis dan wisatawan akan datang, sehingga hotel dan restoran akan kembali beroperasi dan menerima pengunjung.
Menurut Rafidah, dukungan dan bantuan keuangan sangat dibutuhkan oleh maskapai penerbangan yang terdampak oleh pemberlakuan Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) untuk menahan laju pandemi Covid-19.
Dia mencatat bahwa tidak ada pendapatan yang diperoleh selama periode MCO karena penerbangan masuk dan keluar negara tersebut dihentikan sementara pengeluaran terus dikeluarkan.
Rafidah mengatakan situasi pandemi Covid-19 tidak menghentikan AirAsia untuk terus mencari destinasi penerbangan baru.
Namun, katanya, berbagai aspek perlu diperhatikan terlebih dahulu termasuk jumlah pengunjung dan harga bahan bakar.