
Sebuah bank di Indonesia telah mengubah sebuah perahu menjadi gerai bank keliling, yang menyediakan layanan bagi penduduk yang tinggal di pulau-pulau terpencil di negara kepulauan yang luas ini. Diluncurkan secara resmi pada bulan Agustus oleh Presiden Joko Widodo, layanan ini merupakan yang pertama di wilayah tenggara Indonesia. Asia negara, dan berharap untuk membuat perbankan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat yang tinggal di banyak pulau yang penduduknya jarang di negara ini.
Layanan yang ditawarkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini masih dalam masa uji coba dan saat ini melayani lima pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, rangkaian pulau di lepas pantai ibu kota Jakarta. Kapal berangkat setiap hari Senin dari Jakarta untuk mengunjungi lima pulau, satu pulau setiap harinya, dan kembali pada hari Jumat.
Dilengkapi dengan tiga meja layanan dan sebuah ATM, kapal ini memungkinkan penduduk pulau, yang dulunya harus bepergian ke Jakarta, mendapatkan layanan lengkap seperti perbankan pribadi dan pinjaman. Seorang penduduk di Pulau Pramuka, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dengan perahu dari Jakarta, mengatakan bahwa dulunya butuh waktu berhari-hari untuk menyelesaikan transaksi bisnisnya.
“Pergi ke daratan butuh satu hari, pulangnya butuh satu hari lagi, dan kalau ke bank butuh dua sampai tiga hari. Meskipun layanan ini diberikan seminggu sekali, tapi sangat membantu,” kata Hudreya.
Sejak hadirnya bank perahu, semakin banyak bisnis lokal yang diberi pinjaman kecil untuk berekspansi – sebuah perubahan penting di pulau-pulau yang sebagian besar bergantung pada industri pariwisata. Ferdinand Tahamata, asisten manajer bank yang mengawasi operasi tersebut, mengatakan tujuan akhir dari program ini adalah untuk menyediakan rekening bank dan dana yang mereka butuhkan bagi semua penduduk.
Tahamata, asisten manajer Departemen Usaha Mikro di BRI cabang Jelamber, Jakarta, mengatakan: “Kami akan terus beroperasi sampai kami rasa kami sudah mendapatkan dukungan yang cukup dari masyarakat, artinya semua orang di pulau ini punya rekening bank dan bisa mengakses modal yang mereka butuhkan, baru kami akan buka cabang di kabupaten kepulauan seribu untuk melayani masyarakat di sini. Setelah itu, kapal kami bisa melanjutkan perjalanan ke daerah lain, seperti Indonesia bagian timur, atau pulau-pulau lainnya.”