
Makau eceran dan nilai grosir meningkat tiga kali lipat berkat efek berantai industri permainan di wilayah tersebut.
Penelitian pemerintah Makau menunjukkan bahwa seiring berkembangnya industri game, nilai tambah industri lain pun ikut meningkat. Dilakukan oleh Institut Studi Permainan Komersial di Universitas Makau, laporan tersebut mengamati penyebaran nilai tambah melalui permainan di Makau selama 10 tahun hingga 2013.
Industri game diliberalisasi pada tahun 2002, dan ini merupakan laporan pertama setelah tinjauan tengah periode terhadap sektor tersebut. Laporan tersebut mencatat bahwa nilai tambah industri game telah meningkat 6.9 kali lipat dalam 10 tahun, sedangkan industri perhotelan meningkat 11.4 kali lipat.
Data dari enam perusahaan game menunjukkan bahwa aktivitas non-game mereka menghasilkan pendapatan sebesar 23.2 miliar pataca (US$2.9 miliar) pada tahun 2014, sementara total pengeluaran non-game wisatawan di Makau sebanding dengan Las Vegas.
Permainan mendominasi Makau ekonomi dengan porsi kue sebesar 58.3 persen, sementara sektor grosir/eceran hanya mendapat 5.2 persen.
Sementara itu, laporan tersebut kemungkinan akan membantu Makau menetapkan arah kebijakan untuk industri permainan senilai $30 miliar karena unit-unit grup kasino seperti Melco Crown Entertainment Group dan MGM Resorts International berjuang untuk mengatasi kemerosotan perjudian di Makau selama dua tahun, demikian laporan Bloomberg.