
PT Garuda Indonesia Tbk berencana membuka rute baru ke Prancis dan Jerman tahun ini untuk mendongkrak pendapatannya, Cicilan Direktur IGN Askhara Dananiputra mengatakan di sini, Selasa.
Ia mencatat bahwa rute tersebut akan beroperasi antara kuartal kedua dan ketiga tahun ini setelah pengiriman Boeing 777 yang dipesan oleh maskapai nasional tersebut.
"Kami pesan Boeing 777 karena dengan biaya yang sama akan lebih efisien jika digunakan untuk penerbangan jarak jauh daripada penerbangan jarak dekat atau menengah," ujarnya seusai menghadiri penandatanganan kerja sama lindung nilai antara perseroan dengan empat bank.
Direktur Utama perseroan, M. Arif Wibowo, mengemukakan, Jerman dan Prancis dipilih karena pertumbuhan ekonomi kedua negara tersebut paling stabil dibanding negara Eropa lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi Eropa masih dua hingga tiga persen dengan pertumbuhan terbesar tercatat oleh Jerman dan Prancis. Pertumbuhan ekonomi Prancis masih lebih rendah dibandingkan Jerman,” jelasnya.
Ia mencatat, Garuda akan terbang ke Paris di Prancis dan Frankfurt di Jerman untuk sementara waktu.
Ia mengaku masih menghitung kemungkinan adanya penerbangan langsung mengingat kemampuan landasan pacu di Indonesia belum mampu menampung Boeing 777 secara maksimal.
Di Indonesia, berat lepas landas pesawat sekelas Boeing 777 hanya 329 ton sedangkan kemampuan maksimum Boeing 777 mencapai 351 ton.
"Secara ekonomi, ini tidak memungkinkan. Kami masih menghitung dan mencari cara untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi terkait destinasi," ujarnya.
Untuk mendukung rute Eropa, Garuda akan mengerahkan 10 pesawat yang menyediakan pilihan perjalanan kelas ganda dan kelas satu pada 18 pesawat yang akan dikirimkan tahun ini, tegasnya.
Selain membuka rute baru, Arif mengatakan Garuda juga akan menambah frekuensi. Ia menambahkan, akan ada empat penerbangan per minggu untuk tujuan Prancis dan Jerman. Sementara untuk rute yang sudah ada seperti Belanda dan Inggris, akan ada penerbangan harian.
Dengan kapasitas 300 penumpang, Boeing 777 diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang sebesar 1.2 ribu per minggu atau 62.4 ribu per tahun.
“Selain membuka rute baru di Eropa, Tiongkok dan Timur Tengah, kami juga akan memperluas jaringan dan menyederhanakan jadwal operasi kami,” tambahnya.