
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan memperkuat posisinya di pasar penerbangan jarak menengah pada tahun 2016, dengan perjalanan waktu lima hingga tujuh jam, menurut Direktur Utamanya Arif Wibowo.
"Situasi pasar saat ini belum memungkinkan kami untuk melakukan ekspansi di pasar penerbangan jarak jauh, sehingga kami fokus pada penerbangan jarak menengah," kata Wibowo di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, mulai tahun depan akan ada penambahan penerbangan dari dan menuju Tiongkok.
"Tahun ini, kami telah mengoperasikan tiga penerbangan mingguan pada rute Guangzhou-Beijing, dan Shanghai akan segera ditambahkan," ungkap Wibowo.
Ia mengatakan rute Hong Kong-Denpasar dan Singapura-Denpasar akan dilayani oleh pesawat berbadan lebar milik Garuda.
Ia berpendapat, unit usaha strategis Garuda Indonesia mencatat pertumbuhan penumpang antara delapan hingga sembilan persen, yang mana tidak signifikan.